Breaking News:

Pratu Lukius yang Membelot Jadi Anggota KKB Bawa Kabur 2 Magasin

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, prajurit yang akrab disapa Lukius itu masih ada di Papua.

Editor: DionDBPutra
FACEBOOK
Lucky Matuan, mantan Prajurit TNI yang membelot jadi anggota KKB Papua. 

”Pencarian ke yang bersangkutan terus dilakukan, baik secara fisik maupun elektronik," imbuhnya.

Lukius menjadi anggota TNI selama lebih kurang 6 tahun. Ia masuk ke jajaran TNI AD pada 2015. Lukius, kata Andika, saat ini berusia 24 tahun.

"Prajurit kita ini ini masuk tahun 2015 sebenarnya. Dia berusia 24 tahun, lahir dan besar di Wamena dan ditempatkan setelah bertugas di salah satu Batalyon Infanteri di Jawa Tengah.”

Andika mengakui kasus seperti ini terjadi beberapa kali. Motivasi para prajurit yang kabur itu bermacam-macam. Mulai dari masalah utang piutang hingga masalah susila.

Para pelaku juga berasal dari etnis dan daerah yang berbeda-beda. Karena itu Andika tak ingin berkesimpulan bahwa tindakan Lukius membelot menjadi tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini ada hubungannya dengan putra daerah.

"Jadi, sebetulnya kasus ini bukan hanya terjadi kali ini, walau tidak sama persis, tapi prajurit yang lari atau tinggalkan dinas dan tidak kembali lagi itu cukup sering. Jadi saya juga tidak ingin misal mengambil kesimpulan kasar bahwa ini ada hubungan dengan putra daerah, sama sekali tidak," kata Andika.

Sebaliknya Andika justru menyoroti peran para komandan, baik di tingkat pleton hingga batalyon dalam mengantisipasi dan mencegah kasus prajurit TNI AD yang membelot ke OPM tidak terulang kembali.

Andika mengatakan jajarannya selalu mengingatkan kepada komandan satuan sampai ke tingkat bawah untuk membina prajurit dengan baik.

"Inilah yang kami lakukan. Jadi tidak hanya melihat individu yang melakukan tindak pidana, tetapi bagaimana leadership atau kepemimpinan di atas atasnya. Kalau bagi seorang prajurit satu, bagaimana komandan peletonnya yang pangkatnya letnan itu, gimana komandan kompinya apa yang sudah dilakukan sampai dengan komandan batalyon," kata Andika.

Andika menegaskan kasus serupa akan memiliki konsekuensi bukan hanya terhadap yang bersangkutan, melainkan juga rantai komando di atasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved