Breaking News:

Berita Bali

UPDATE Kapolda Bali Sudah Tindak Lanjuti Laporan Organisasi Hindu Tentang Ceramah Desak Made

Laporan Ormas Hindu yang tidak terima dengan ceramah Desak Made Darmawati karena dinilai mengandung unsur penistaan terhadap Agama Hindu

Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolda Bali Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra saat ditemui seusai peresmian Polsek Denpasar Utara, Selasa 20 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Laporan Ormas Hindu yang tidak terima dengan ceramah Desak Made Darmawati karena dinilai mengandung unsur penistaan terhadap Agama Hindu, mendapat atensi khusus dari Polda Bali.

Irjen Pol Drs I Putu Jayan Danu Putra selaku Kapolda Bali di sela-sela peresmian Polsek Denpasar Utara (Denut) di Jalan Ahmad Yani, Denpasar mengatakan saat ini pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut.

"Laporan sedang dalam proses penyelidikan (dugaan kasus penistaan). Kami akan tindak lanjuti secara profesional dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ujar Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Selasa 20 April 2021.

Baca juga: Kapolda Bali Turun Tangan Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama Oleh Oknum Dosen Desak Made

Baca juga: Desak Made Nasibmu Kini, KMHDI Melapor ke Bareskrim, Organisasi Hindu Melapor ke Polda Bali

Lebih lanjut ia mengungkapkan saat ini sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri, mengingat locus delicti ceramah atau tausiah Desakan Made Darmawati yang ditayangkan di Channel Youtube Istiqomah TV di luar Bali.

"Locus delicti (tempat) itu bukan di wilayah Bali, tapi penyebarannya sampai di Bali dan masyarakat Bali merasa terganggu," terang Jenderal Bintang Dua ini.

Jenderal Bintang Dua lulusan Akpol 1989 ini bahkan menambahkan seusai tausiah yang disampaikan oleh Desak membuat banyak kencaman yang hingga kini belum surut di media sosial.

Baca juga: Buntut Ceramah Desak Made, Wayan Sudirta Sebut Proses Hukum Dapat Berlanjut & Bandingkan Kasus Ahok

Baca juga: Dinilai Lakukan Penistaan Agama, Persadha Nusantara Akan Laporkan Desak Made D ke Polda Bali

Mengenai hal itu, Kapolda Bali pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. 

"Bali untuk kita bersama dan apabila ada gejolak tentunya bisa menimbulkan efek memengaruhi pariwisata, terlebih kondisi pariwisata saat ini sedang terpuruk karena pandemi Covid-19," tambahnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved