Breaking News:

Berita Bali

Dit Polairud Polda Bali Bongkar Kasus Penadahan 800 Liter BBM Jenis Solar

Kasus tindak pidana penadahan 800 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar berasal dari Kapal Motor Penumpang Sereia Do Mar berhasil diungkap

Istimewa
Mobil yang digunakan untuk penadahan BBM telah diamankan pihak Dit Polairud Polda Bali, Selasa 20 April 2021 - Dit Polairud Polda Bali Bongkar Kasus Penadahan 800 Liter BBM Jenis Solar 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus tindak pidana penadahan 800 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar berasal dari Kapal Motor Penumpang Sereia Do Mar berhasil diungkap Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Bali.

Anggota Sie intelair Unit I Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Bali melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sebuah mobil L300 nopol DR 8621BZ yang memuat drum berisi solar di Desa Perancak, Jembrana, Bali, pada Senin 5 April 2021 pukul 04.30 Wita.

Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol Toni Ariadi Effendi S.H, S.I.K M.H menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui pelaku bernama Hendra Hariadi bertindak sopir dan Imam Masdoeki sebagai kernet, mereka menggunakan mobil mengangkut 9 drum BBM jenis solar dengan rincian 4 buah drum isi total 800 liter dan 5 buah drum kosong.

“BBM tersebut dibeli dari atas KMP Sereia Do Mar yang akan dikirim menuju daerah Perancak, Jembrana untuk dijual," kata Toni dalam Press Release di kantor Dit Polairud Polda Bali, Selasa 20 April 2021.

Baca juga: Polda Bali Ungkap Tindak Pidana Narkotika di Depo Pembuangan Sampah Sementara di Serangan Bali

Baca juga: Kapolda Bali Komunikasi ke Mabes, Tindaklanjuti Ceramah Desak Made Darmawati

Baca juga: Hadiri Peresmian Polsek Denpasar Utara, Bupati Badung Serahkan Hibah Aset Tanah Kepada Kapolda Bali

Setelah dilakukan pemeriksaan, Hendra Hariadi dan Imam Masdoeki mengaku membeli BBM solar dari Angga Prasetya alias Bass dari KMP Sereia Do Mar dengan harga Rp. 3.250,- pada saat KMP Sereia Do Mar berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk di perairan selat Badung.

Dit Polairud Polda Bali berhasil mengamankan beberapa barang bukti yakni 1 unit Mobil L300, 9 buah drum, 1 jeriken, 1 ember plastik, 2 buah HP, 1 lembar tiket kapal, 1 unit pompa minyak manual.

“Akibat perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 480 ke 1 dan ke 1 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana,” jelasnya.

Selain itu, KKM KMP Sereia Do Mar, Bass, juga disangka melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar sebanyak 4 drum milik KMP Sereia Do Mar.

Kombes Pol Toni mengatakan, BBM tersebut diperoleh dari kamar mesin KMP Sereia Do Mar setiap kapal berlayar dari pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, kemudian BBM solar tersebut dikumpulkan di sebuah drum yang sudah disiapkan dan disimpan di atas palkat tempat parkir mobil selama beberapa minggu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved