Wawancara Tokoh
Sosok AKP Putu Diah Kurniawandari, Kapolsek Mengwi yang Pernah Bertugas Amankan Keluarga Teroris
sebelum menjadi orang nomor satu di Polsek Mengwi, Badung, dirinya sempat mendapat tugas khusus untuk mengamankan keluarga teroris
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Pada tahun 2013 dirinya kembali dipindahkan menjadi Kanit PPA dengan kenaikan pangkat menjadi AKP.
“Setelah lama merantau, akhirnya pada tahun 2017 setelah lulus PTIK, saya berkesempatan untuk dinas di Polda Bali dan menjabat sebagai Panit II Unit II Subdit I Resnarkoba Polda Bali. Tidak lama saya menjabat, kurang lebih 4 bulannya saya kembali pindah ke Kaur Produk Spripim Polda Bali. Kemungkinan besar saya dipindahkan karena mendapat reward dari Bapak Kapolda, saat itu saya mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat dalam rangka ulang tahun polwan saat itu,” bebernya.
Usai bertugas sebagai Kaur Produk Spripim Polda Bali Wanita asal Kabupaten Jembrana itu pun pindah tugas ke Bali Utara yakni di Kabupaten Buleleng.
Di sana Diah Kurniawandari mengaku belajar banyak lantaran dirinya menjabat sebagai Kasat lantas di Buleleng pada tahun 2018.
“Latar belakang saya berdinas sebagian besar banyak di fungsi reskrim, jadi saat bertugas di lantas saya banyak belajar dan banyak pengalaman.
Terutama dalam memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, menjadi pembina upacara, pelayanan bidang SIM, STNK, BPKB, maupun penanganan laka lantas,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, sebelum menjadi Kapolsek Mengwi, dirinya pun sempat belajar menjadi Kapolsek.
Pasalnya setelah menjabat sebagai Kasat lantas di Polres Buleleng, dirinya pindah dan menjabat sebagai Waka Polsek Denpasar Selatan pada tahun 2019 sampai 2020.
Usai menjabat Waka Polsek pada tahun 2020 tepatnya di Bulan September dirinya dipindahkan dan menjadi Kapolsek Mengwi.
Disinggung mengenai asal muasal untuk menjadi seorang polwan, Diah Kurniawandari mengaku semuanya faktor lingkungan dan dukungan orang tua.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Dalung Badung Bali, Berawal dari Kulkas dan Buku yang Terbakar
Pihaknya mengaku waktu kecil dirinya tinggal di Asrama Polisi di Denpasar lantaran ayah kandungnya juga seorang Polisi.
Saat masih kecil dirinya sering melihat polwan yang seakan terlihat gagah.
“Dari itu saya tertarik ingin menjadi polwan. Tapi waktu itu saya masih kecil dan belum mengerti. Namun, kedua orang tualah yang mengarahkan dan membimbing saya untuk menjadi sekarang ini. Mulai dari berlatih hingga menjadi atlet bulutangkis, hingga menjadi seorang srikandi bhayangkara” akunya.
Pihaknya mengatakan ada tiga kata yang selalu diingatkan almarhum orang tuanya, yakni Disiplin, Keyakinan dan Kejujuran.
Sehingga semua itu pun dipegang teguh sampai sekarang hingga dirinya memimpin di Polsek Mengwi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/akp-putu-diah-kurniawandari-sh-mnj.jpg)