Breaking News:

Berita Bali

Tiga Petinggi PT Pelindo III Denpasar Belum Ditahan, Diduga Gelapkan Dana Proyek Rp 40 Miliar

Polda Bali telah menetapkan tiga petinggi PT Pelindo III Denpasar sebagai tersangka dalam dugaan kasus penggelapan dana Liquified Natural Gas (LNG)

istimewa
Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Polda Bali telah menetapkan tiga petinggi PT Pelindo III Denpasar sebagai tersangka.

Ketiganya ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus penggelapan dana Liquified Natural Gas (LNG).

Namun demikian, hingga saat ini Polda Bali belum menahan para tersangka dalam perkara ini.

“Ya tersangkanya belum ditahan,” kata Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, Rabu 21 April 2021.

Adapun untuk pasal yang menjerat tiga pejabat tersebut, Polda Bali sudah menyiapkan Pasal 372 Juncto Pasal 55 Juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara 4 tahun.

Tiga petinggi Pelindo III yang ditetapkan tersangka yakni Mantan Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL) yang juga Direktur Teknik Pelindo III Kokok Susanto, GM PT PEL Regional Bali-Nusra Irsyam Bakri, dan Direktur Utama PT PEL Wawan Sulistiawan.

Menurut Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, penetapan tiga pejabat di perusahaan BUMN tersebut terkait penggelapan dana operasional pembangkit listrik dengan sistem gas atau LNG yang nilainya mencapai Rp 40 miliar.

Proyek LNG ini terletak di Dermaga Selatan, Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, Bali. Ini merupakan proyek salah satu pemasok listrik di wilayah Bali.

"Iya, oknum BUMN dalam hal ini PT PEL secara bersama-sama melakukan penggelapan dana operasional proyek LNG," kata Yuliar.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved