Breaking News:

Virus Corona

WHO: Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Pesat dan Level Infeksi Mengkhawatirkan

Data WHO menunjukkan, infeksi Covid-19 kembali meningkat pada level yang mengkhawatirkan selama delapan minggu berturut-turut.

AFP/FABRICE Coffrini
Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa. 

TRIBUN-BALI.COM, JENEWA - Perkembangan terbaru mengenai pandemi Covid-19 bukan merupakan kabar baik.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, infeksi Covid-19 kembali meningkat pada level yang mengkhawatirkan selama delapan minggu berturut-turut.

Kondisi tersebut diperparah sebaran virus tanpa henti melalui “hotspot” di beberapa wilayah dunia. Tingkat kematian pun meningkat pesat sebulan terakhir.

“Lebih dari 5,2 juta kasus baru tercatat minggu lalu, (jumlah) terbesar dalam satu minggu sejak pandemi dimulai,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers di Jenewa melansir CNN pada Selasa 20 April 2021.

Baca juga: WHO Yakin Pandemi Covid-19 Bisa Dikendalikan dalam Beberapa Bulan ke Depan

Baca juga: WHO Eropa: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Awal 2022, Mutasi Virus Corona Hal yang Normal

WHO mencatat total kematian Covid-19 meningkat selama lima minggu berturut-turut. Pandemi Covid1-19 sejauh ini telah merenggut nyawa total lebih dari 3 juta jiwa.

Tedros memperingatkan bahwa laju pandemi semakin cepat. Hal itu terjadi di tengah beberapa program vaksinasi di sejumlah negara yang terus membaik. Artinya semua orang tidak boleh lengah.

“Butuh sembilan bulan untuk mencapai 1 juta kematian, empat bulan mencapai 2 juta, dan tiga bulan mencapai 3 juta kematian,” kata Tedros.

"Jumlah yang besar mungkin membuat kita ‘mati rasa’, tetapi setiap kematian ini merupakan tragedi bagi setiap keluarga, komunitas, dan bangsa," kata Tedros.

Pimpinan WHO tersebut memperingatkan beban penyebaran virus mungkin akan bergeser ke orang dewasa yang lebih muda.

Pasalnya, lebih banyak orang dewasa yang berisiko atau lebih tua diinokulasi penuh dan beberapa negara melonggarkan pembatasan.

Halaman
1234
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved