Breaking News:

Berita Bali

Bangkitkan Sektor Pertanian Sayuran Organik di Pulau Dewata, Begini Cara Marketing Eko Martono

Tren hidup sehat saat ini membuat beberapa orang lebih memilih mengonsumsi sayur organik dipercaya lebih aman.

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Eko Martono menyirami lahan pertanian organik yang ia kelola bersama istri dan kolega di Kebun Kalpataru, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Rabu 21 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sektor pertanian di Indonesia saat ini tengah dalam masa perkembangan.

Beberapa petani juga mulai menjajal peruntungannya di sayur organik.

Tren hidup sehat saat ini membuat beberapa orang lebih memilih mengonsumsi sayur organik yang dipercaya lebih aman karena tidak mengandung Residu pestisida sebanyak tanaman non-organik.

Namun pengelolaan hingga pemasaran sayur organik tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Salah satu petani yang telah berhasil mengelola sayur organik adalah, Eko Martono. 

Hingga Pertengahan April 2021, Terdapat 34 UMKM Binaan BI Bali, Didominasi Pertanian dan Peternakan

Program Mina Padi Tumpang Sari Belum Maksimal, Petani di Tabanan Lebih Nyaman Metode Penyelang

Komisi IV DPR RI Minta Pemprov Bali Berikan Pendampingan Pasca Panen kepada Para Petani

Pria asal Kota Batu, Malang ini awalnya mencoba fokus pada sektor pertanian di tahun 1997.

Lalu pada tahun 2012 ia mulai melirik Pulau Dewata untuk mengembangkan sektor pertanian terutama pada sayuran organik.

Alasannya memilih Bali dikarenakan, menurutnya sektor pertanian mulai tertinggal dikarenakan tersaingi oleh pariwisata. 

Awalnya ia memiliki komunitas Rabu Ijo dan komunitas Wisanggeni.

Halaman
123
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved