Breaking News:

Berita Bali

Diduga Gelapkan Dana LNG, Polda Bali Tetapkan Tiga Petinggi Pelindo III Tersangka

Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
istimewa
Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho - Diduga Gelapkan Dana LNG, Polda Bali Tetapkan Tiga Petinggi Pelindo III Tersangka 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana Liquified Natural Gas (LNG).

Ketiga pejabat yang ditetapkan tersangka yakni Mantan Direktur Utama PT Pelindo Energi Logistik (PEL) yang juga Direktur Teknik Pelindo III Kokok Susanto, GM PT PEL Regional Bali-Nusra Irsyam Bakri dan Direktur Utama PT PEL Wawan Sulistiawan.

Dir Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho, Rabu 21 April 2021, mengatakan penetapan tiga pejabat di perusahaan BUMN tersebut terkait penggelapan dana operasional pembangkit listrik dengan sistem gas atau LNG.

Proyek LNG ini terletak di Dermaga Selatan, Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kota Denpasar, dan merupakan proyek salah satu pemasok listrik di wilayah Bali.

Baca juga: Tiga Petinggi PT Pelindo III Denpasar Belum Ditahan, Diduga Gelapkan Dana Proyek Rp 40 Miliar

Baca juga: UPDATE Tiga Petinggi Pelindo III Tersangka, Tersandung Dugaan Penggelapan Dana LNG, Ini Kronologinya

Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Petinggi Pelindo III Tersangka Kasus Penggelapan, Manajemen Hormati Proses Hukum

"Iya, oknum BUMN dalam hal ini PT PEL secara bersama-sama melakukan penggelapan dana operasional proyek LNG," kata Kombes Pol Yuliar.

Kasus penggelapan ini, kata Yuliar, bermula saat anak perusahaan PT PLN, yakni PT Indonesia Power (IP) bekerja sama dengan PT PEL dan PT Benoa Gas Terminal (BGT) untuk membangun proyek LNG tersebut.

Ia menyebutkan, perjanjian kerjasama ini dimulai lima tahun lalu atau pada 2016 dan proyek berakhir pada Mei 2021.

Dir Reskrimsus menyebutkan, dalam perjanjian tersebut ada dua kausal penting masing-masing Capex yakni PT BGT membangun kapal bernama Lumbung Dewata yang digunakan sebagai tempat penyimpanan gas.

Lalu ada Opex yakni operasional pengisian gas dari Lumbung Dewata ke IP yang dikendalikan oleh PT BGT.

"Namun biaya regas (pengisian ulang gas) yang diisi PT BGT ke IP itu dikasih (dibayarkan) melalui PT PEL," kata Dir Reskrimsus Polda Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved