Breaking News:

Myanmar

Jutaan Warga Myanmar Terancam Kelaparan, Jumlah Orang Miskin Meningkat Pesat

Kerawanan pangan mengerikan itu terjadi lantaran krisis ekonomi pascakudeta militer pada 1 Februari 2021.

Editor: DionDBPutra
FOTO AFP via KOMPAS.COM
Orang-orang menangis menatap tubuh Kyal Sin, yang juga dikenal dengan nama China-nya Deng Jia Xi, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang ditembak di kepala saat ikut unjuk rasa protes anti-kudeta di Mandalay, Myanmar, Rabu 3 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, YANGON - Jutaan orang di Myanmar terancam kelaparan hebat dalam waktu dekat. Jumlah kaum miskin pun meningkat drastis.

Kerawanan pangan mengerikan itu terjadi lantaran krisis ekonomi pascakudeta militer pada 1 Februari 2021.

Ancaman kelaparan itu disampaikan Badan Program Pangan Dunia (WFP) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis 22 April 2021.

Seperti dilansir Reuters, hingga 3,4 juta lebih rakyat Myanmar diprediksi kesulitan membeli makanan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Baca juga: Demonstran Myanmar Dilempar Granat, 80 Orang Dilaporkan Tewas, Mayatnya Ditumpuk di Kompleks Pagoda

Baca juga: Junta Myanmar Beri Serangan Udara di Wilayah Perbatasan, Penduduk Desa Terpaksa Melarikan Diri

Analisis Program Pangan Dunia (WFP) menunjukkan, daerah perkotaan akan memgalami dampak terburuk karena kehilangan pekerjaan meningkat dalam bidang manufaktur, konstruksi dan layanan. Harga pangan melonjak.

"Semakin banyak orang miskin kehilangan pekerjaan mereka dan tidak mampu membeli makanan," kata direktur WFP Stephen Anderson dalam sebuah pernyataan.

"Respons bersama diperlukan sekarang untuk meringankan penderitaan segera, dan untuk mencegah kemerosotan yang mengkhawatirkan dalam ketahanan pangan."

Menurut WFP, harga pasar beras dan minyak goreng masing-masing telah naik sebesar 5% dan 18% sejak akhir Februari 2021.

Para kepala kelurga di Yangon mulai merasakan kesulitan mendapatkan makanan, makan makanan yang kurang bergizi, dan berutang.

Agensi berencana memperluas operasi, tiga kali lipat menjadi 3,3 juta jumlah orang yang dibantu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved