Breaking News:

Berita Badung

KLHK Sita 24 Satwa Dilindungi dari Pelaku, INS Terancam Pidana 5 Tahun

Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, Polda Bali dan TNI menyita 24 ekor burung

Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra.
24 ekor burung tergolong jenis dilindungi yang disita dari pelaku berinisial INS di Jln Kartika Plaza, Gg. Manga Br. Anyar, Kuta, Badung, pada 21 April 2021 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Tim Operasi Gabungan Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, Polda Bali dan TNI menyita 24 ekor burung tergolong jenis yang dilindungi.

Selain itu diamankan juga pelaku inisial INS (47), di Jln Kartika Plaza, Gg. Manga Br. Anyar, Kuta, Badung, pada  21 April 2021 lalu. 

Burung-burung yang disita di antaranya 2 ekor kakatua seram, 8 ekor kakatua putih jambul kuning, 7 ekor nuri bayam, 2 ekor nuri kepala hitam, 3 ekor jalak putih, 2 ekor jalak bali. 

Baca juga: PLN UID Bali Gandeng Camat & Perbekel Kabupaten Tabanan Sosialisasikan Stimulus Listrik Triwulan II

Baca juga: 4 Pasar di Tabanan Sudah Terapkan E-Retribusi, Berikut Mekanismenya

Burung dilindungi itu dititip-rawat di Taman Konservasi Satwa Tabanan. 

Tim telah menyerahkan kasus ini ke penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra untuk proses penyidikan lebih lanjut. 

“Saat ini penyidik masih mendalami modus operandi kasus ini untuk mencari dan menelusuri jaringan perdagangan satwa dilindungi itu,” kata Kepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur, dalam keterangannya Jumat 23 April 2021.

Baca juga: Bupati Sanjaya Teken Perjanjian Kerjasama,Harapkan Optimalisasi Pemungutan Pajak di Tabanan Terwujud

Baca juga: UPDATE: Rekonstruksi Pembunuhan di Desa Riang Gede Tabanan Peragakan 23 Adegan

Menindaklanjuti Perintah Dirjen Penegakan Hukum, Rasio Ridho Sani, Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK menegaskan, bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pengedar satwa dilindungi

Kami juga mengimbau agar masyarakat memantau dan mengawasi peredaran satwa dilindungi, juga melaporkan ke Balai Gakkum KLHK atau ke BKSDA. 

"Kami akan bekerjavsama lebih intensif dengan berbagai lembaga, otoritas dan masyarakat untuk mendukung gerakan bersama penurunan kejahatan perdagangan illegal dan perburuan Tumbuhan Satwa Liar dilindungi di seluruh lokasi di tanah air," imbuhnya.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Tiga Zona Hijau 70 Persen Lebih, Desa Jatiluwih Tabanan Ditarget Selesai Hari Ini

Penyidik akan menjerat pelaku dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 3, Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukum penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. 

Operasi gabungan ini berawal dari pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan informasi, 19 April 2021. 

Hasil dari pengumpulan data dan informasi dipastikan ada usaha penampungan satwa dilindungi di  Jln Kartika Plasa, Gg. Manga, Br. Anyar, Kuta, Badung, Bali.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved