Berita Karangasem
Pengetatan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem Digelar Sejak Sebulan Lalu
Petugas gabungan melakukan pengetatan mobilisasi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) di Pelabuhan Padang Bai
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Pelabuhaan Padang Bai, ASDP, KSOP, dan Perhubungan melakukan pengetatan mobilisasi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali.
Pengetatan ini dilakukan sebelum adanya surat edaran (SE) dari Satgas Covid-19.
Kapolsek Pelabuhan Padang Bai, Kompol I Made Suadnyana mengatakan, pengetatan mobilisasi di Pelabuhan Padang Bai sudah lama dilakukan.
"Pengetatan sudah lama. Sebelum ada surat edaran terbaru,"kata Suadnyana, Kamis 22 April 2021.
Baca juga: Pengetatan Pemudik Mulai Hari Ini, Polres Jembrana Awasi Mobilisasi Masyarakat Keluar Masuk Bali
Baca juga: Bandara Ngurah Rai Bali Lakukan Pengetatan Penumpang Mulai 6 Mei 2021, Ini yang Tidak Diperbolehkan
Baca juga: Dukung Larangan Mudik 2021, Bandara Ngurah Rai Bali Akan Lakukan Pengetatan Penumpang
Jumlah personil yang menjaga pintu masuk Pelabuhan Padang Bai sebanyak 16 orang per harinya, yang terdiri dari Kepolisian, BPTD Pelabuhan Padang Bai, ASDP, Perhubungan, TNI serta Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan Padang Bai.
Penjagaan areal Pelabuhan dilakukan 24 jam, dilakukan dengan bergantian.
"Kalau ada penumpang yang tidak membawa surat keterangan hasil rapid test dengan hasil negatif. Jika ditemukan penumpang yang tidak bawa surat keterangan terpaksa dikembalikan,"ungkap Suadnyana, mantan Satlantas Polres Kabupaten Karangasem ini.
Ditambahkan, sebelum tanggal 6 Mei 2021, Polres Karangasem akan membangun pos pengamanan di beberapa titik.
Satu diantaranya di Pelabuhan Padang Bai, Perempatan di Padang Bai, dan Perbatasan Yeh Malet.
Personil kepolisian yang akan berjaga ditambah. Begitu juga dari instansi yang lain.
Sampai saat ini belum terlihat ada lonjakan penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Padang Bai ke Pelabuhan Lembar, dan begitu juga sebaliknya.
Kondisi di Pelabuhan Padang Bai sepi.
Jumlah penumpang yang menyeberang bisa dihitung jari per harinya.
Kendaraan menyeberang sedikit.
"Dari beberapa bulan yang lalu Pelabuhan Padang Bai sepi penumpang. Per harinya hanya beberapa penumpang. Walaupun sepi petugas tetap standby jaga pintu masuk Pelabuhan Padang,"tambahnya.
Sampai kini belum ada yang mencurigakan.
Penumpang Sepi, Belasan Kapal di Pelabuhan Padang Bai Karangasem Bali Pindah Lintasan
Belasan jasa angkutan sungai, danau, dan penyebrangan di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem beralih lintasan sejak satu tahun terakhir.
Kapal ferry yang semula layani penyeberangan Pelabuhan Padang Bai ke Lembar, beralih ke Pelabuhan lain.
Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau & Penyeberangan (Gaspasdap) Pelabuhan Padang Bai, Anang Heru Prayogi, mengatakan, kapal yang beralih lintasan 12 unit.
Keputusaan ini diambil dikarenakan penumpang tujuan Padang Bai ke Lembar, Nusa Tenggara Baarat (NTB) sepi.
"Sebelum rute Pelabuhan Tanah Ampo - Gili Mas operasi hanya 4 kapal yang pindah lintasan ke Pelabuhan Ketapang menuju Lembar, sekitar akhir Desember 2021. Selebihnya 8 kapal pindah lintasan setelah operasi Pelabuhan Tanah Ampo ke Gili Mas," kata Anang Heru Prayogi, Rabu 14 April 2021.
Dua belas kapal yang pindah lintasan yakni KMP Nusa Sejahtera ke Kayangan -Pototano, KMP Munic 1 ke Merak - Bakahuni, Masagena ke Bajo - Kolaka, Trimas Laila ke Merak - Bakahuni, Perdana Nusantara ke Bajoe - Kolaka, KMP Andhika Nusantara ke Tanjung Api, dan Surya 777 ke Batam - Jambi.
"KMP Dharma Ferry 9 pindah ke Lembar - Ketapang, KMP Portlink 7 ke Lembar - Ketapang, KMP Parama Kalyni ke Lembar - Ketapang, KMP Swarna Cakra ke Lembar - Ketapang, serta KMP Munic 7 ke Lembar - Ketapang," tambah Heru, sapaan Anang Heru Prayogi.
Kapal yang masih bertahan melayani penyeberangan Pelabuhan Padang Bai ke Pelabuhn Lembar 27 kapal.
Kemungkinan setelah ini masih ada kapal yang akan pindah.
"Tinggal 27 kapal yang bertahan. Yang masih di docking 6 kapal. Jadi yang beroperasi melayani saat ini 21 kapal," tambah Heru.
Kapal yang pindah lintasan disebabkan karena anggaran untuk operasional yang tidak lagi mencukupi.
Pemicunya yakni demand dan suply tidak seimbang dikarenakan ada beberapa lintasan yang memotong langsung.
Seperti lintasan Lembar menuju Ketapang & lintasan Tanah Ampo - Gili Mas.
Sebelum ada lintasan ini, load factor masih bisa 50 sampai 60 persen.
Sekarang sudah dibawah 50 persen.
Para pengusaha penyebrangan berharap adanya tindaklanjut dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menyelamatkan penyeberangan nasional Pelabuhan Padang Bai, Manggis.
"Seharusnya pembukaan Pelabuhan Tanah Ampo menuju Gili Mas (Short Sea Shipping) tak perlu karena sudah memiliki penyeberangan Pelabuhan Padang menuju Pelabuhan Lembar," jelas Heru. Beberapa perusahaan jasa layanan mengaku sulit bertahan, mengingat load factor kurang dari 50 persen.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-dan-penumpang-duduk-di-sekitar-dermaga-i-pelabuhan-padang-bai.jpg)