Breaking News:

Berita Gianyar

Terkait TPS Liar di Bonbiu Blahbatuh, Kadis DLH Gianyar Tegaskan Itu Tanggung Jawab Desa

Persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Desa Adat Bonbiu, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kepulan asap pembakaran sampah di TPS liar Bonbiu, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, menyamarkan pengelihatan pengguna jalan, Jumat 22 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Persoalan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Desa Adat Bonbiu, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar menyatakan tidak akan masuk ke sana untuk melakukan pengangkutan sampah.

DHL Gianyar juga meminta, jika pihak desa belum bisa membuat TPS3R, minimal warganya diajarkan untuk memilah sampahnya.

Terkait pembuangannya, mereka diharapkan berkerja sama dengan desa-desa yang sudah memiliki TPS3R, sehingga sampah yang dibuang ke TPA Temesi hanya sampah residu. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Ni Made Mirnawati, Minggu 25 April 2021 mengatakan, pihaknya telah mengetahui persoalan TPS liar di Bonbiu, dan telah mengetahui tentang adanya permintaan untuk mengangkut sampah tersebut.

Baca juga: Tubuh Dadong Rungrung di Gianyar Kembali Terjatuh Saat Diangkat dari Sumur, Tangis Keluarga Pecah

Baca juga: Pencuri Pratima di Tegalantang Gianyar Masih Berkeliaran, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Namun hal itu tidak dapat dipenuhi pihaknya sebab selama ini ia bekerja sesuai regulasi.

Dalam hal ini, pihaknya hanya melakukan penanganan sampah di jalan-jalan protokol.

Sementara untuk TPS liar Bonbiu, kata dia, seharusnya ditangani oleh pihak desa.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati, di mana sampah rumah tangga di tingkat desa, ditangani oleh desa melalui TPS3R. 

Baca juga: Soal OTT Perbekel Melinggih Dugaan Pungli, Kasat Reskrim Gianyar: Masih Tunggu Kejaksaan

Baca juga: UPDATE Kasus Dugaan OTT, Bupati Gianyar Berhentikan Sementara Perbekel Melinggih dan Keliannya

"Ada edaran Pak Bupati terakhir, sampah di desa harus dikelola di desa. Kalau kita kan cakupan pelayanannya di jalan protokol, dan kawasan kota. Begitu juga sesuai dengan SE Gubernur, setiap desa harus membuat TPS3R

Kalau memang tidak sanggup membuat TPS3R, pihak desa mestinya minimal mengajari masyarakatnya untuk memilah sampah terlebih dahulu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved