Berita Tabanan

WNA Turki Ngaku Kehilangan Rp 33 Juta di Tabanan, Tak Ada Tanda-tanda, Polisi Curiga Laporan Palsu

WNA Turki Ngaku Kehilangan Rp 33 Juta di Tabanan, Tak Ada Tanda-tanda, Polisi Curiga Laporan Palsu

dok. istimewa
Polsek Selemadeg saat melakukan olah TKP laporan pencurian uang di sebuah villa yang terletak di Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 24 April 2021 tengah malam. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang warga negara asing (WNA) Turki bernama Secil Avunya (48) melaporkan dirinya menjadi korban pencurian di sebuah villa di Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 24 April 2021 tengah malam.

Kepada kepolisian, WNA ini menyebut dirinya kehilangan uang senilai 2.400 USD (Dollar Amerika) atau sekitar Rp 33,6 juta yang sebelumnya tersimpan di brankas kamarnya.

Namun, pihak kepolisian hingga saat ini masih belum berani menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut adalah pencurian.

Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan, belum ditemukan unsur-unsur pencurian di TKP.

Petugas kepolisian dari Polsek Selemadeg saat ini sedang melaksanakan penyelidikan lebih lanjut.

Apalagi, tadi pagi pihak kepolisian menyatakan bule yang katanya menjadi korban justru sudah chek out atau pergi dari villa tersebut.

Polisi pun tak mengetahui keberadaan sang bule saat ini. 

Baca juga: UPDATE: Polres Tabanan Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Kapal Selam KRI Nanggala 402

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut pertama kali sempat diadukan pelapor kepada saksi bernama Putu Sutarjana (43) yang bekerja sebagai karyawan villa setempat.

Polsek Selemadeg saat melakukan olah TKP laporan pencurian uang di sebuah villa yang terletak di Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 24 April 2021 tengah malam.
Polsek Selemadeg saat melakukan olah TKP laporan pencurian uang di sebuah villa yang terletak di Banjar Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Sabtu 24 April 2021 tengah malam. (dok. istimewa)

Saat itu atau Sabtu 24 April 2021 malam sekitar pukul 23.00 Wita, saksi dihubungi oleh Secil Avunya dan menyampaikan bahwa villa yang ia sewa dalam keadaan emergency.

Mendapat informasi tersebut, saksi pun bergegas mendatangi lokasi dan diterangkan oleh sang bule bahwa dirinya kehilangan uang yang disimpan dalam brankas yang terkunci.

Dalam brankas tersebut disebutkan total senilai 2.400 USD (Rp 33.6 Juta) 

Kapolsek Selemadeg, Kompol I Kadek Ardika menjelaskan, awalnya bule asal Turki tersebut memberikan pengaduan masyarakat ke pihaknya, Sabtu 24 April 2021 malam.

Sebagai respons cepat, pihaknya langsung turun melakukan olah TKP ke lokasi bersama dengan bule tersebut dan sejumlah saksi.

Awalnya, sang bule mengklaim kehilangan uang dalam brankas. Namun, hasil olah TKP menunjukkan kondisi brankas justru masih mulus.

Selain itu tanda-tanda lainnya juga tidak ditemukan pihak kepolisian.

Biasanya jika memang benar pencurian sedikit tidaknya ada tanda seperti kerusakan pintu dan brankas, juga tak ditemukan sidik jari orang lain di sana.

"Jadi hasil olah TKP tersebut kita belum menemukan tanda-tanda seperti tak ditemukan kerusakan pintu dan brankas, juga tidak ditemukan sidik jari orang lain disana," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin 26 April 2021.

"Yang jelas kita menyatakan ini bukan pencurian. Karena sesuai dengan hasil olah TKP tidak ditemukan unsur pencurian tersebut," tegasnya. 

Baca juga: Aliran Parit Terkikis, Jalan Akses ke Vila di Tabanan Ikut Jebol

Mantan Kapolsek Pupuan ini melanjutkan, meskipun begitu pihaknya masih tetap melakukan penyelidikan.

Namun, yang menjadi kecurigaannya bertambah adalah bule serta pengelola villa justru tak ada di tempat ketika disambangi di lokasi Senin 26 April 2021 pagi.

Bahkan bule tersebut justru sudah resmi check out entah kemana perginya.

"Intinya tidak kita temukan kasus pencurian di sana," ucapnya.

"Bukan bilang dia bohong, tapi penyidik meragukan. Sehingga kita perlu keyakinan lagi dari WNA harus datang ke Polsek. Tapi ternyata WNA itu belum datang untuk melakukan pelaporan resmi," katanya.

Selanjutnya, Polsek Selemadeg hingga saat ini masih menunggu kedatangan WNA untuk melapor secara resmi.

Pelaporan ini dapat lebih meyakinkan polisi, bahwa peristiwa tersebut memang ada.

Polisi Curigai Laporan Palsu untuk Asuransi
Kompol Kadek Ardika menyatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan dari WNA tersebut untuk kepastiannya.

Sebab, selama ini banyak sekali kejadian bahwa ada laporan palsu yang hanya dimanfaatkan untuk asuransi dan lain halnya lagi. 

"Kita masih pastikan dulu. Karena sebelumnya sering terjadi WNA bilang kehilangan padahal tidak ada. Itu cuma untuk hal-hal tertentu seperti contohnya klaim asuransi, dan lain sebagainya. Hal ini bisa berakibat tak baik bagi pandangan orang kelada keamanan wilayah kita," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved