Breaking News:

Berita Denpasar

Emosi Istri Ditampar Saat Tagih Utang, Basori Pukul Kepala Sri Widayu dengan Tabung Gas Hingga Tewas

terdakwa yang menjalani sidang dari Lapas Kerobokan melalui penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi tidak mengajukan keberatan

Tribun Bali/Putu Candra
Basori saat menjalani sidang perdananya secara daring dari Lapas Kerobokan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan Sri Widayu (korban) tewas, yaitu Basori Arifin (24) diadili secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 27 April 2021.

Basori menganiaya dengan cara memukul kepala korban menggunakan tabung gas 3 Kg.

Ini dilakukan lantaran terdakwa emosi istrinya ditampar oleh korban saat menagih utang.

Demikian diungkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan surat dakwaan.

Baca juga: Asyiknya Ngabuburit dengan Tour Dokar Denpasar Heritage, Bisa Naik Dokar Gratis

Terhadap dakwaan JPU itu, terdakwa yang menjalani sidang dari Lapas Kerobokan melalui penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

"Kami tidak mengajukan keberatan, Yang Mulia," ujar Bambang Purwanto selaku penasihat hukum terdakwa.

Dengan tidak diajukannya keberatan oleh pihak terdakwa, majelis hakim melanjutkan sidang pemeriksaan keterangan para saksi yang dihadirkan JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra.

Sementara itu dalam dakwaan JPU, terdakwa kelahiran Jember, Jawa Timur, 1 Pebruari 1997 dikenakan dakwaan alternatif.

Dakwaan pertama, perbuatan terdakwa yang berprofesi sebagai penjual pisang ini dinilai melanggar dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP.

Atau kedua, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved