Breaking News:

Sponsored Content

Mudahkan Pelaku Usaha Sektor Pertanian, PLN Punya Program Electrifying Agriculture

Saat ini Bali memiliki potensi pelanggan pada sektor usaha – usaha tersebut yang dapat dimigrasikan dari penggunaan diesel ke penggunaan listrik

istimewa
Mudahkan Pelaku Usaha Sektor Pertanian, PLN Punya Program Electrifying Agriculture 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali mendorong pelaku usaha di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan untuk memaksimalkan penggunaan listrik guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahanya melalui program Electrifying Agriculture.

Saat ini Bali memiliki potensi pelanggan pada sektor usaha – usaha tersebut yang dapat dimigrasikan dari penggunaan diesel ke penggunaan listrik.

 Potensi inilah yang sedianya ingin dioptimalkan oleh PLN UID Bali.   

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Bali, I Made Suamba dalam keterangan persnya, Selasa (27/4/2021) mengatakan bahwa untuk mendukung ketahanan pangan nasional, PLN sejak Februari lalu telah meluncurkan program Electrifying Lifestyle bekerja sama dengan Bank BRI dan Mandiri untuk pembiayaan bagi pelaku usaha di bidang pertanian, perikanan perkebunan dan peternakan.

Baca juga: PLN UID Bali Gandeng Mitra Kerja Sosialisasikan Aplikasi New PLN Mobile

“Pelaku usaha yang memiliki kendala terhadap permodalan untuk beralih dari mesin diesel ke listrik, bisa mengajukan pinjaman untuk pembiayaan usahanya sebesar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta atau pinjaman skala kecil sebesar Rp 20 juta” ungkap Suamba.

Pihaknya menjelaskan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh dengan bermigrasi dari mesin diesel ke listrik yakni efisiensi dengan menekan biaya produksi hingga 50%.

Selain itu mesin listrik tidak menghasilkan polusi udaha, polusi suara serta tidak ada limbah oli seperti mesin diesel sehingga lebih ramah lingkungan.

“Telah dibuktikan bahwa hasil produksi dari mesin listrik ini lebih baik karena motor listrik lebih stabil,” jelas Suamba.   

Senada dengan Suamba, Bayu, pemilik perkebunan hidroponik terintegrasi dengan kolam lele di Singaraja telah membuktikan bahwa dengan beralih ke mesin berbasis listrik usahanya lebih produktif.

Berkat pasokan listrik yang andal, hasil panennya lebih stabil dan biaya produksi dapat ia tekan.

“Saat ini pembelian bahan bakar subsidi sudah semakin dibatasi, sehingga semakin sulit bagi kami untuk memperoleh sumber bahan bakar.

Dengan migrasi ke listrik, selain biaya lebih murah, kepastian pasokan listrik selama 24 jam dijamin oleh PLN,” ucap Bayu.

Ia berharap pasokan dari PLN tetap andal untuk membantu meningkatkan kapasitas usahanya.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved