Super Ball
Oknum Suporter Bikin Ulah, Bagaimana Nasib Liga 1 dan Liga 2 2021?
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bicara tentang nasib kompetisi 2021 usai ada oknum suporter yang bikin ulah.
TRIBUN-BALI.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bicara tentang nasib kompetisi 2021 usai ada oknum suporter yang bikin ulah.
Dalam hal ini Zainudin Amali menyoroti tindakan oknum suporter Persija dan Persib yang melakukan tindakan berlebihan usai laga final Piala Menpora 2021.
Suporter Persija terlihat turun ke jalan untuk merayakan gelar juara.
Seperti yang diketahui di laga final, Persija keluar sebagai juara.
Baca juga: Persija Jakarta Juara Piala Menpora 2021, Ini Besaran Hadiah yang Diterima dan Bonus Menanti Pemain
Sedangkan di sisi lain, oknum suporter Persib yang kecewa melakukan beberapa tindakan tidak terpuji.
Apa yang dilakukan tersebut disayangkan banyak orang.
Apalagi saat ini semua pihak sedang bekerja keras untuk meyakinkan Kepolisian agar izin kompetisi bisa didapatkan.
Namun rasa khawatir yang datang dicoba diredam oleh Menpora, Zainudin Amali.
Baca juga: SOSOK Marc Klok, Pemain Terbaik Piala Menpora 2021, Berharap Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas
Zainudin masih yakin kejadian yang melibatkan oknum suporter tersebut tak akan mempengaruhi masa depan kompetisi
Ia optimis izin kompetisi tetap bisa didapatkan.
"Saya masih optimis pelaksanaan kompetisi (Liga 1 dan Liga 2) musim 2021-2022 bisa dilakukan," kata Zainudin, dilansir BolaSport.com dari antara.
"Tetapi dengan protokol kesehatan yang lebih ketat,"
"Khususnya terkait suporter," ujarnya.
Keyakinan Zainudin itu didasari karena suksesnya Piala Menpora 2021.
Baca juga: Update Top Skor Liga Italia: Ronaldo di Puncak, Lukaku Runner Up, Ibrahimovic Mandek
Menurutnya terlepas dari insiden terakhir, seluruh pihak telah mentaati peraturan selama Piala Menpora 2021 terlaksana.
"Nasib kompetisi tentu harus dipisahkan dari insiden tersebut," ucap Zainudin.
"Karena selama 35 hari Piala Menpora, suporter sudah mematuhi imbauan,"
"Alhamdulillah selama 35 hari juga kami mengawal pelaksanaannya, Alhamdulillah lancar, aman dan penerapan protokol kesehatan dijalani dengan disiplin," tuturnya.