Breaking News:

Berita Bali

Terkait Kasus Lucinta Luna, Aktivitas Peragaan Lumba-Lumba Ditutup, 7 Lumba-Lumba Dievakuasi

Pasca viral di media sosial setelah ditunggangi oleh artis Lucinta Luna, aktivitas peragaan lumba-lumba ditutup. 

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Proses evakuasi satwa langka lumba-lumba tutup botol oleh Dit Polairud Polda Bali bersmaa BKSDA Bali, Selasa 27 April 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca viral di media sosial setelah ditunggangi oleh artis Lucinta Luna, aktivitas peragaan lumba-lumba ditutup. 

Tujuh ekor Lumba-lumba hidung botol atau dikenal Tursiops aduncus dievakuasi oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Bali bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali.

Ketujuh ekor lumba-lumba hidung botol yang merupakan satwa langka itu dipindahkan BKSDA Bali bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman dan Bareskrim Polri dari balai konservasi PT. Piayu Samudra Bali di pantai Mertasari Sanur ke lokasi baru lembaga Taman Eksotik di pantai Pesanggaran Benoa.

Baca juga: Sempat Ditunggangi Lucinta Luna, 7 Lumba-lumba di Dolphin Lodge Bali Dievakuasi

Pemindahan 7 ekor lumba - lumba tersebut dilakukan satu persatu mengingat keselamatan ikan dari stres dan dehidrasi.

"Kita hanya membantu BKSDA, (evakuasi,-red)," terang Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol Toni Ariadi saat dikonfirmasi Tribun Bali berkaitan giat evakuasi lumba-lumba tersebut.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, R. Agus Budi Santosa menjelaskan, 7 ekor lumba-lumba hidung botol itu merupakan titipan pemerintah kepada PT. Piayu Samudera Bali di Pantai Mertasari.

Sebagai tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor: S.577/MENLHK-KSDAE/KKH/KSA.2/4/2021 tanggal 16 April 2021 tentang Surat Peringatan I kepada PT. Piayu samudera Bali dan masukan dari masyarakat yang diterima melalui media sosial pasca viralnya peragaan Lumba-lumba Hidung Botol yang tidak memperhatikan kaedah kesejahteraan satwa.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Kecam Tindakan Lucinta Luna Berenang Dengan Lumba-Lumba di Bali

Sebagai informasi, status perlindungan Lumba-lumba Hidung Botol menurut Peraturan Menteri LHK Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 merupakan satwa dilindungi dan status konservasi menurut IUCN Red List masuk dalam ketagori unknown atau near threaten.

"Kami tegaskan, bahwa aktivitas peragaan Lumba-lumba Hidung Botol PT. Piayu Samudera Bali yang dilakukan di Pantai Mertasari telah “DITUTUP”  yang ditandai dengan pemasangan spanduk penutupan kegiatan peragaan Lumba-lumba," jelas Agus dalam keterangan tertulis.

Penutupan tersebut sesuai dengan Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.291/KSDAE/KKH/KSA.2/4/2020 tanggal 15 April 2020, Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor; S.457/KSDAE/KKH/KSA.2/6/2020 tanggal 22 Juni 2020 dan Surat Direktur Jenderal KSDAE Nomor : S.988/KSDAE/KKH/KSA.2/11/2020 tanggal 23 November 2020 perihal Tindak Lanjut Penyelesaian Kegiatan Peragaan Lumba  Lumba di Luar Areal Izin Lembaga Konservasi PT. Piayu Samudera Bali.

Baca juga: Lucinta Luna Minta Maaf, BKSDA Bali Selidiki, Izin Dolphin Lodge Dicabut April 2020

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved