Breaking News:

Berita Bali

Bali Hotel Association: Kuartal Pertama 2021 Adalah Masa Paling Menantang untuk Industri Pariwisata

Bali Hotels Association menguraikan tindakan yang diambil untuk membantu para anggotanya dan pemulihan pariwisata Bali.

Tribun Bali/Rizal Fanany
ilustrasi - Wisatawan asing bermain dan menanti sunset di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Terlepas dari situasi yang berat di Bali dan di seluruh dunia, harapan selalu ada.

COVID-19 telah membuat Bali Hotels Association (BHA) mempertimbangkan kembali semua area di Bali yang perlu dibenahi untuk mendukung pemulihan pariwisata.

Dalam laporan Kuartal Pertama 2021, Bali Hotels Association menguraikan tindakan yang diambil untuk membantu para anggotanya dan pemulihan pariwisata Bali.

Mulai dari kampanye media sosial terbaru, program pendidikan dan dukungan kepada masyarakat, program kelestarian lingkungan, penyediaan informasi akurat.

Baca juga: Jelang Dibukanya Kembali Pariwisata Bali, Dewan Minta Pemprov Lebih Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi

Hingga advokasi hubungan Pemerintah, yang mencakup dukungan dan masukan terkait pembukaan kembali perjalanan internasional secara bertahap serta program vaksinasi pekerja pariwisata di Bali.

"Meskipun kami tidak menunggu Bali dibuka sepenuhnya untuk perjalanan internasional, dan kami cukup merasa kecewa dengan beberapa keputusan Pemerintah Nasional," ungkap Ketua BHA, Mr Jean Heliere, dalam keterangannya Rabu 28 April 2021.

Terutama terkait penutupan Bali untuk pariwisata domestik pada Liburan Idul Fitri tanggal 6 sampai 17 Mei, yang akan memberikan dampak ekonomi yang sangat serius pada industri pariwisata dan lapangan kerja di Bali.

Bali telah melakukan penyesuaian terhadap produk dan layanannya serta memanfaatkan kemampuan yang ada untuk menjawab tantangan dan memenuhi ekspektasi wisatawan yang akan datang.

BHA terus mendukung upaya Pemerintah Pusat dan Daerah untuk membuka kembali Bali untuk pariwisata internasional secara bertahap melalui zona hijau di Nusa Dua, Sanur dan Ubud.

"BHA memahami bahwa pembukaan kembali pariwisata membutuhkan perencanaan yang cermat serta dukungan dari semua pemangku kepentingan," tambahnya.

Oleh karena itu, BHA terus mendukung terciptanya kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat dan Provinsi dengan pelaku industri pariwisata dalam rencana menghidupkan kembali pariwisata Bali, yang mencakup saran untuk pemberian izin kunjungan bagi masyarakat yang telah divaksinasi serta mereka yang memiliki hasil tes negatif COVID-19.

Sehubungan program percepatan vaksinasi yang digulirkan di Bali, BHA bekerja sama dengan pemangku kepentingan pariwisata lainnya membantu dalam pelaksanaan vaksinasi untuk pekerja sektor pariwisata.

Lebih dari 90 ribu pekerja pariwisata telah terdaftar sebagai penerima vaksin gelombang pertama.

Dan sebanyak 25 hotel dan resort anggota BHA secara sukarela menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi, menyediakan fasilitas dan tenaga mereka dalam semangat “We are all in this together” (Kita bersama-sama menghadapi situasi ini).

Baca juga: Jelang Dibukanya Kembali Pariwisata Internasional, Wagub Cok Ace Ungkap Persiapan Pemprov Bali

Kampanye media sosial BHA berjudul #SleeveUp dan #MaskOn merupakan dukungan terhadap program vaksinasi dan zona hijau di Bali.

Data terbaru dari otoritas kesehatan menunjukkan bahwa hampir 100 persen masyarakat yang tinggal di zona hijau telah menerima vaksin pertama mereka sejak kampanye vaksinasi dimulai pada Maret 2021.

"Sebagai bagian dari upaya advokasi kami, BHA ingin terus menginformasikan lembaga pemerintah tentang dampak pembatasan perjalanan terhadap ekonomi Pulau Bali sejak dimulainya pandemi," imbuhnya.

Rencana strategis untuk pembukaan kembali pariwisata Bali perlu dipetakan dan dikomunikasikan dengan jelas.

Langkah-langkah harus diambil, besar atau kecil, untuk memberikan sinyal positif bagi industri pariwisata.

"Kuartal pertama 2021 adalah salah satu masa paling menantang dalam pariwisata Bali. Setiap penundaan dan pembatasan selanjutnya akan mempengaruhi kemampuan industri pariwisata untuk bangkit kembali," ungkap Mr Jean.

Oleh karena itu, keputusan Pemerintah untuk tidak mengizinkan perjalanan domestik ke Bali selama Libur Idul Fitri di bulan Mei perlu ditinjau ulang.

Bali Hotels Association, mewakili para anggota, akan terus melobi Pemerintah tentang keputusan ini.

“Selama bertahun-tahun, Bali Hotels Association telah berkomitmen untuk mempromosikan Bali sebagai tujuan wisata yang indah dan berkualitas kepada dunia, dengan pesona dan keramahan terkenal dari masyarakat Bali," jelas Mr Jean Heliere.

Seiring dengan dibukanya kembali Bali untuk pariwisata internasional, pihaknya telah menyesuaikan upaya kami dengan lebih berfokus pada dukungan kepada masyarakat, lingkungan, dan pendidikan sesama pekerja industri.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved