Breaking News:

Berita Tabanan

Meski Kasus Demam Berdarah di Tabanan Turun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada & Terapkan PSN

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD pada tiga bulan pertama di tahun 2021 hanya sebanyak 10 kasus

tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi sakit DBD - Kasus Demam Berdarah di Tabanan Turun Drastis, Masyarakat Diminta Tetap Waspada dan Terapkan PSN 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan justru menurun drastis pada tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, penyakit endemik di Bali ini harus terus diwaspadai terlebih lagi saat musim hujan tiba.

Masyarakat harus tetap terapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD pada tiga bulan pertama di tahun 2021 hanya sebanyak 10 kasus.

Baca juga: Satpolairud Tabanan Ngayah Pujawali Tanah Lot, Seberangkan Sarana Upakara, Panitia serta Sulinggih

Rinciannya Januari 0 kasus, Februari 2 kasus, dan Maret 8 kasus.

Sedangkan tiga bulan pertama pada tahun 2020 lalu sebanyak 158 kasus.

 Rinciannya Januari terdapat 18 kasus, Februari 56 kasus, dan Maret 84 kasus. Jumlah tersebut terlihat penurunannya sangat jauh.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika menyatakan, kasus DBD tahun ini di Tabanan jauh menurun dibandingkan tahun lalu.

Dari 158 kasus pada tiga bulan pertama tahun lalu, saat ini hanya 10 kasus saja.

Meskipun menurun, kata dia, bukan berarti masyarakat melonggarkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.

Karena diprediksi memasuki musim penghujan akan terjadi peningkatan lagi seperti pengalaman sebelumnya.

"Hal yang berkontribusi dalam penurunan kasus DBD ini karena masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah COVID-19. Sehingga, secara tidak langsung kebiasaan tersebut juga menghindari masyarakat dari penyakit yang dikarenakan virus lainnya. Salah satunya DBD," paparnya.

dr Suratmika menjelaskan, DBD sendiri merupakan penyakit karena virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh sedang bagus.

Namun jika tidak ditangani dengan baik, akan berdampak pada kematian juga.

Baca juga: Usir Kebosanan Anak Penderita Kanker yang Sedang Berobat,Tim Medis RSUP Sanglah Hibur dengan Dongeng

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved