Breaking News:

Wawancara Tokoh

Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia Capai Angka 80 Persen, Mayoritas Perempuan

Ia menyebut mayoritas korban dari iming - iming PMI Ilegal adalah perempuan dari sektor pekerja informal

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Eviera Paramita Sandi
Thinkstock
Ilustrasi TKI 

"Sosialisasi ini Bali tempat ke-8, kita kick off Jatim, Lampung, NTB, Jabar, Jateng, Jakarta, Sulteng," ucapnya.

Dalam Rakornas ini para pemangku kebijakan terkait merumuskan strategi jitu pelaksanaan program penegakan hukum, Sidak dan Due Diligence menyikapi maraknya penempatan PMI ilegal.

"Bali menjadi role model menempatkan pekerja migran di sektor formal ke negara yang negaranya menjamin UU keamanan bagi pekerja migran. Sosialisasi untuk menguatkan sinergi pusat dan daerah, mandat tegas kepada pemerintah provinsi kabupaten kota penyelenggraaan pendidikan pelatihan PMI," tuturnya

Ia menyebut, pilihan pekerjaan PMI asal Bali mayoritas pada sektor formal, seperti bekerja di kapal pesiar, perhotelan, dan spa therapist.

"Penempatan PMI Bali ini sangat unik, pilihan pekerjaan mereka mayoritas pada sektor formal dimana daerah-daerah lain masih pada sektor pekerja rumah tangga yang rentan akan eksploitasi," jelas Benny.

Kepala BP2MI juga mengapresiasi Gubernur Bali yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 12/ 2021 tentang Sistem Pelindungan PMI Krama (khusus) Bali.

Serta memberikan piagam apreasiasi pada AP3MIB sebagai pelopor satu asosiasi P3MI dalam satu provinsi yang memiliki AD/ART sendiri dan piagam kepada P3MI PT Bali Paradise Citra Dewata yang telah menerapkan kebijakan pembebasan biaya penempatan.

"Perlindungan PMI, Gubernur Bali mengambil langkah awal perlindungan PMI. Sistem identifikasi dengan menerbitkan kartu PMI yang rinci sangat membantu dalam rangka perlindungan Pemda kepada rakyat," kata dia.

"Ini adalah hal yang sangat membanggakan. Gubernur Bali sangat perhatian pada isu PMI. Bahkan perlakuan kepada PMI asal Bali yang pulang karena dampak Covid-19 juga mendapatkan pelayanan yang luar biasa, mereka dikarantina di hotel dengan biaya pemerintah," sambung Benny.

Benny mengatakan, PMI ini memang harus diurus secara serius karena mereka adalah pahlawan devisa yang telah menyumbang 159,6 triliun devisa kepada negara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved