Breaking News:

Berita Gianyar

Persoalan Tanah Dominasi Permasalahan Adat di Gianyar Bali Selama Tahun 2020

persoalan-persoalan tersebut telah bisa diatasi. Baik melalui ranah hukum dan ada juga yang bisa diselesaikan melalui komunikasi.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Krama Desa Adat Pakudui dan krama Tempekan Pakudui Kangin menandatangani kesepakatan damai di Kantor Bupati Gianyar, Minggu (22/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Persoalan tanah masih menjadi sesuatu yang serius di Kabupaten Gianyar, Bali.

Hal tersebut terlihat dari pemicu-pemicu persoalan desa adat selama 2020 adalah tanah.

Namun sejauh ini, persoalan-persoalan tersebut telah bisa diatasi. Baik melalui ranah hukum dan ada juga yang bisa diselesaikan melalui komunikasi.

Berdasarkan data Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gianyar, Rabu 28 April 2021, selama tahun 2020 ada tiga kasus desa adat yang tercatat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bagian Tubuh Manusia Ditemukan di Sungai Petanu Gianyar, Diduga Komang Ayu

Mulai dari kasus sengketa tanah Desa Adat Pakudui dengan Pakudui Tempek Kangin, Kecamatan Tegalalang.

Kasus lainnya adalah persoalan kasus PTSL (Pendaftaran Tanas Sistematis Lengkap) di Desa Adat Jrokuta, Pejeng dan kasus serupa juga terjadi di Desa Adat Panglan, Pejeng, Tampaksiring.

Di kedua desa adat ini, persoalannya sama, dimana sejumlah masyarakat di desa adat tersebut tidak terima, tanah teba (belakang rumah) disertifikasi atas nama milik desa adat.

Kepala Badan Kesbangpol Gianyar, Dewa Gede Putra Amerta membenarkan, persoalan tanah masih mendominasi persoalan di desa adat.

Namun pihaknya bersyukur, persoalan tersebut selama ini tidak tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan, yang menimbulkan kerugian material.

"Kegaduhan tidak ada, situasi kondusif," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved