Breaking News:

Berita Denpasar

Robohkan Bangunan, Pekerja Proyek di SDN 2 Panjer Denpasar Bali Tertimpa Pilar Beton

Seorang pekerja bangunan mengalami luka di kepala bagian kanan hingga bercucuran darah akibat tertimpa pilar beton.

Tribun Bali/Andrian Amurwonegoro
Penjaga sekolah, Kastini, saat menunjukkan lokasi pekerja tertimpa beton di SDN 2 Panjer, Denpasar, Bali, Rabu 28 April 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pekerja bangunan mengalami luka di kepala bagian kanan hingga bercucuran darah akibat tertimpa pilar beton yang dirobohkan bersama rekannya.

Insiden ini terjadi di proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri 2 Panjer, Jalan Tukad Pancoran no.1, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Rabu 28 April 2021. 

Penjaga SDN 2 Panjer, Ni Luh Kastini (54) menuturkan kejadian bermula saat pekerja yang akrab disapa Maspul itu dalam proses merobohkan bangunan beton, namun nahas beton itu justru menimpa kepalanya.

"Saat ditarik menggunakan tali, pilar betonnya roboh yang satu lari ke arah tempat saya mess penjaga, yang satu lari ke kanan, nah yang lari ke kanan ini yang tertimpa," kata Luh Kastini dijumpai Tribun Bali di lokasi.

"Darah bercucuran dari kepalanya, kondisi masih sadar, dia teriak...aduuh...aduuhh," tutur dia 

Pasutri Tertimpa Batu Raksasa, Tujuh Orang Tewas Akibat Gempa yang Guncang Jatim

Pekerja Proyek Gedung Dharmanegara Alaya Alami Kecelakaan Kerja, Kakinya Terkena Gergaji Mesin

Pekerja Proyek di Bitera Gianyar Temukan Benda Diduga Purbakala

Rekan sesama pekerja proyek bangunan langsung menginformasikan kejadian ini kepada kepala sekolah dan guru. 

Korban kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Kota Denpasar oleh ambulans agar segera mendapatkan penanganan medis. 

"Tadi ada 3 tukang bangunan, ketiganya berasal dari Jawa, korban tertimpa beton bangunan hanya 1 orang," ujar dia.

Kastini menjelaskan, bahwa pihak sekolah tengah menjalankan proyek pembangunan gedung 3 lantai.

"Proyeknya baru 6 hari berjalan, belum genap seminggu, mau dibangun gedung 3 lantai, sebelumnya ini digunakan bangunan perpustakaan, dan kelas 4 sampai 6," bebernya.

Saat proses perobohan bangunan lama, insiden ini pun terjadi, pihak sekolah langsung merespons dengan merujuk pekerja ke RSUP Sanglah.

Kepala Sekolah dan istri yang datang ke lokasi pun langsung melakukan persembahyangan di lokasi kejadian korban tertimpa pilar beton tersebut.

Pantauan Tribun Bali saat menyambangi lokasi, tampak hanya ada Kastini beserta anak, sedangkan para guru dan rekan pekerja proyek masih berada di RSUP Sanglah Denpasar, tampak pula dua cangkir kopi dan makanan ringan yang belum sempat disantap. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved