Breaking News:

Berita Buleleng

Rumah Nyoman Rai Srimben di Buleleng Selesai Direstorasi, Akan Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Dinas Kebudayaan Buleleng pun akan mengajukan bangunan berukuran 7x7 meter itu sebagai cagar budaya, kepada tim ahli cagar budaya Bali

Istimewa
Keluarga saat melaksanakan upacara melaspas bangunan Bale Gede yang sempat dihuni oleh Nyoman Rai Srimben, ibunda Presiden pertama RI, Soekarno 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Restorasi rumah (Bale Gede) yang sempat dihuni oleh Nyoman Rai Srimben, ibunda Presiden pertama RI, Soekarno selesai dilakukan.

Usai direstorasi, Dinas Kebudayaan Buleleng pun akan mengajukan bangunan berukuran 7x7 meter itu sebagai cagar budaya, kepada tim ahli cagar budaya Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, setelah selesai direstorasi, bale gede yang terletak di Kelurahan Paket Agung, Kecamatan Buleleng itu juga telah di-pelaspas oleh pihak keluarga pada Senin 26 April 2021 lalu.

 Kini, pihaknya pun akan segera menyusun narasi terkait sejarah bangunan, agar dapat  diusulkan menjadi cagar budaya.

Baca juga: UPDATE: Biddokkes Polda Bali Periksa Kesehatan Anggota yang Siaga di Celukan Bawang Buleleng

 "Targetnya tahun ini akan kami ajukan ke tim ahli," katanya.

Apabila bangunan tersebut berhasil ditetapkan sebagai cagar budaya, pada tahun 2022 mendatang,  pihaknya kata Dody akan merancang bale gede tersebut sebagai objek wisata sejarah di Buleleng, bersamaan dengan RTH Bung Karno, serta SDN 1 Banjar Paketan yang sempat digunakan oleh ayahhanda Soekarno untuk mengajar.

"Nanti kami akan mengangkat satu tenaga kontrak agar menjadi guide yang meng-handle kawasan Soekarno heritage ini," jelasnya.

Terpisah, salah satu keluarga Nyoman Rai Srimben, Jro Made Arsana mengatakan, pihak keluarga saat ini sedang rembung untuk membentuk pengurus dan pengelola bale gede tersebut, yang rencananya akan dijadikan sebagai kawasan pariwisata.

"Struktur pengelolanya masih dibahas, karena kami belum tau keluarga nanti masuk dimana. Apalah akan jadi satu dengan Pemkab atau bagaimana.

Kalau dari BPCB sih mengatakan bisa dimanfaatkan dan dipelihara bersama," katanya.

Jro Made Arsana juga menyebut, setelah bangunan itu selesai direstorasi, pihak keluarga akan memanfaatkan bangunan itu untuk tempat upacara. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved