Breaking News:

Berita Buleleng

Gung Uneng, Gus Duta, dan Dek Dita Ditangkap Polisi, Gasak Berbagai Barang di 6 Sekolah di Buleleng

Gung Uneng, Gus Duta, dan Dek Dita Ditangkap Polisi, Gasak Berbagai Barang di 6 Sekolah di Buleleng

Dok. Istimewa
Tiga pelaku spesialis pencurian di sekolah saat diamankan di Mapolsek Seririt. Gung Uneng, Gus Duta, dan Dek Dita Ditangkap Polisi, Gasak Berbagai Barang di 6 Sekolah di Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tiga pelaku spesialis pencurian di sekolah diringkus Unit Reskrim Polsek Seririt.

Ketiga pelaku merupakan warga asal Kecamatan Banjar, masing-masing bernama Ida Bagus Ari Wibawa alias Gung Uneng (26), Ida Bagus Awa Duta aluas Gus Duta (20) serta Kadek Dita Setiawan alias Dek Dita (21). 

Kapolsek Seririt, Kompol I Gede Juli Kamis (29/4/2021) mengatakan, ke tiga pelaku ditangkap pada Selasa (27/4/2021) kemarin, setelah pihaknya menerima laporan dari SDN 3 Gunung Sari, Kecamatan Seirirt, yang mengaku telah kehilangan beberapa barang invetaris sekolah.

Berangkat dari laporan itulah, polisi pun bergegas melakukan penyelidikan.

Baca juga: Pemuda Hindu Tabur Bunga di Celukan Bawang Buleleng, Untuk Para Korban KRI Nanggala-402

Hingga menemukan adanya salah satu ciri-ciri barang yang hilang berupa LCD Proyektor, yang dijual di salah satu toko online.

Berangkat dari temuan itu, polisi akhirnya berhasil mengetahui pelaku pencurian tersebut.

Mereka adalah tiga orang pemuda asal Kecamatan Banjar.

Baca juga: Diduga Gelar Kegiatan Menyimpang dari Dresta Hindu Bali, Ashram di Desa Alasangker Buleleng Ditutup

Ketiganya pun ditangkap pada Selasa kemarin. 

Kepada polisi, ketiga pelaku mengaku telah melakukan pencurian di enam TKP, dengan rincian empat SD di wilayah hukum Seririt, satu SD di wilayah hukum Kecamatan Busungbiu, dan satu SD lainnya di wilayah hukum Kecamatan Banjar.

Dari hasil pencurian itu, para pelaku berhasil membawa kabur satu unit amplifier, empat unit LCD proyektor berbagai merk, serta empat unit laptop berbagai merk.

Baca juga: Update Covid-19 di Buleleng, Kasus Positif Tinggi di Banyuning dan Patas, Dominasi Klaster Keluarga

"Pelaku mengambil barang-barang tersebut dengan cara merusak pintu sekolah yang dalam keadaan kosong lantaran siswanya masih belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19," jelasnya. 

Akibat perbuatannya, ke tiga pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved