Breaking News:

Berita Ekonomi

Bisnis Kertas Pembungkus Ramah Lingkungan Makin Diminati, UMA-PAK Catat Peningkatan Permintaan

Berdiri sejak tanggal 11 Juli 2020, salah satu rumah pengemasan inovatif yang berbasis di Bali, UMA-PAK mencatatkan positifnya minat masyarakat

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Salah satu produk satu rumah pengemasan inovatif yang berbasis di Bali, UMA-PAK 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdiri sejak tanggal 11 Juli 2020, salah satu rumah pengemasan inovatif yang berbasis di Bali, UMA-PAK mencatatkan positifnya minat masyarakat terhadap produk pembungkus ramah lingkungan

"Minat konsumen sangat baik dan permintaan muncul lebih cepat dari yang kami bayangkan."

"Permintaan setiap hari pun terus mengalami peningkatan yang stabil dan sehat," kata Pendiri UMA-PAK, Aaron Caruso kepada Tribun Bali, Sabtu 1 Mei 2021. 

UMA-PAK ini didirikan berdasarkan meningkatnya produk e-commerce dan keingingan untuk menjadikan proses pengemasan lebih mudah bagi semua orang.

Baca juga: ITDC Hadirkan Moda Transportasi Ramah Lingkungan di The Nusa Dua

Menurut Aaron Caruso, adapun visi  yang pihaknya miliki adalah mendukung gerakan mencari solusi untuk masalah global, menghilangkan penggunaan plastik sebagai kebutuhan pengemasan dan meningkatkan kualitas hidup, serta lingkungan.

"Kami ingin membuat dan membantu mewujudkan kesadaran tentang masalah limbah global dan menyediakan alternatif untuk semua orang, mulai dari individu hingga bisnis dalam persyaratan kebutuhan pengemasan mereka," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, UMA-PAK juga telah  meluncurkan UMA-Wrap dan berkolaborasi dengan LindungiHutan, sebuah platform penggalangan dana untuk konservasi hutan di Indonesia. 

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dukung Penggunaan Mobil Ramah Lingkungan di Kawasan Nusa Dua Bali

Menurutnya, hal tersebut guna mendukung keberlanjutan lingkungan. 

"Bahan pembuat UMA WRAP berasal dari hutan yang dikelola dengan azas berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dan kami ingin memberikan sesuatu kembali kepada alam lewat program reboisasi," sebut Aaron Caruso.

UMA-WRAP sendiri adalah kertas pembungkus yang dibuat dengan teknik die-cut yang saat diregangkan akan membentuk struktur sarang lebah 3D, yang akan memberikan bantalan serta perlindungan pada barang dengan cara yang ramah lingkungan. 

Baca juga: PLN Gandeng Kejaksaan Agung Pastikan Kepatuhan Hukum di Lingkungan Perusahaan

Dirinya menjelaskan bahwa adapun salah satu kelebihan dari produk tersebut, yakni  dapat terurai di alam yang di mana kertas pembungkus tersebut nantinya dapat  membantu perusahaan beralih dari penggunaan pembungkus plastik gelembung yang menimbulkan masalah lingkungan.

"Untuk setiap pembelian produk ini, UMA-PAK akan menanam satu pohon, dengan komitmen awal untuk menanam 750 pohon dalam tiga bulan pertama di wilayah yang telah ditentukan di Kalimantan dan Sulawesi," ucapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan LindungiHutan untuk semakin mewujudkan komitmen pihaknya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung upaya reboisasi mereka. 

Baca juga: Warga Akan Ajukan Gugatan, Tuding Pabrik Limbah B3 di Pengambengan Jembrana Cemari Lingkungan

"UMA-PAK dan LindungiHutan memiliki pemikiran yang sama tentang pentingnya perlindungan lingkungan untuk generasi saat ini dan yang akan datang."

"Kolaborasi ini memungkinkan kami dan para pelanggan kami untuk mengambil satu langkah maju untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih hijau," tambahnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved