Breaking News:

Berita Bali

Masyarakat Bali Sadar Bayar Pajak Kendaraan, Dewan Sebut Perekonomian Mulai Pulih

Kresna Budi menyebut bahwa saat ini walau sedang dilanda pandemi, perekonomian Bali sedikit demi sedikit mulai pulih. 

Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi menyebut bahwa saat ini walau sedang dilanda pandemi, perekonomian Bali sedikit demi sedikit mulai pulih. 

Ini menurutnya terlihat dari semakin sadarnya masyarakat Bali dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor (PKB).

"Menunjukkan bahwa adanya kesadaran masyarakat saat ini  besar, sudah ada geliat ekonomi dari pada tahun lalu. Kendaraan dijalan juga sepi sekali. Mudah- mudahan pariwisata Internasional dibuka, apalagi  telah ditetapkannya tiga wilayah uji coba zona hijau," ujarnya, Jumat 30 April 2021.

Bahkan, Kresna Budi menyebut bahwa target pajak yang dicanangkan oleh pihaknya kepada eksekutif telah memenuhi di beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Badung, Karangasem, dan Jembrana.

Bahkan, menurutnya target pajak kendaraan di Badung sendiri sudah mencapai 40 persen. 

Mahkamah Kehormatan Dewan Serahkan Pencekalan Azis ke Pimpinan DPR

Pelaku Usaha Minim Kantongi Sertifikat CHSE, Dewan Badung Minta OPD Terkait Surati Langsung

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Dewan Bali Minta Disdik Provinsi Kerjasama dengan Kabupaten/Kota

"Kira-kira dalam empat bulan ini Kabupaten Badung sudah mencapai 40 persen, itu sudah mencapai target pada pajak kendaraan bermotor," jelasnya. 

Politisi yang juga Ketua DPD II Golkar Buleleng ini menyebut bahwa ada beberapa daerah yang pendapatannya dari pajak kendaraan cukup besar yakni Kabupaten Badung, Kodya Denpasar, dan Kabupaten Gianyar. 

Apalagi, pada tahun 2019 lalu, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor disebutkan sebesar Rp 4 triliun dari target Rp 3,2 triliun.

Sementara saat ini telah diturunkan menjadi sebesar Rp 2,8 triliun lantaran pandemi Covid-19. 

"Tahun 2019 kita dapat Rp 4 triliun, dari targetnya Rp 3,2 triliun. Namun sekarang Rp 2,8 triliun sudah mencukupi, karena pandemi targetnya diturunkan. Yang besar ini kan Badung, Kodya Denpasar dan Gianyar. Empat bulan ini 40 persen, target jauh melampaui," sambungnya. 

Selain kesadaran masyarakat, ia juga mengatakan karena dampak dari pelayanan pihak Samsat sendiri yang melayani masyarakat dengan baik.  

Sebab sekarang perkembagannya sangat bagus, maka dipengaruhi dengan pegawai di samsat juga melaksanakan tugas dengan baik. 

"Caranya manusiawi, dan pendekatan bagus maka akan tumbuh kesadaran jadinya," tandas dia.  

Ditambahkannya, inovasi lainnya juga sangat mempengaruhi kesadaran masyarakat taat pajak, seperti Samsat Drive Thru yang dirasakan sangat efektif dan efesien bagi masyarakat di zaman dan kondisi saat ini. 

Sementara beberapa daerah yang memiliki wilayah yang cukup luas juga diharapkan agar dibuatkannya UPTD Samsat pembantu. 

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Dewan Bali Minta Disdik Provinsi Kerjasama dengan Kabupaten/Kota

Ingat 30 April Batas Akhir Pelaporan Wajib Pajak Badan, Platform Klikpajak Permudah Anda

Pemkab Bangli Bakal Pasang Alat Rekam Pajak di Delapan Restoran

"Daerah Petang juga akan ada UPTD Samsatnya karena jauh, ini untuk pelayanan yang utama kepada masyarakat,"  sambungnya. 

Kresna Budi mengaku bahwa beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah bekerjasama dengan samsat.

Sehingga masyarakat akam lebij terbantu dan mudah dalam memdapatkan pelayanan di tingkat desa. 

"Samsat juga kerjasama dengan BUMDes, terobosannya sama dan targetnya terus meningkat," tegasnya. 

Penulis: Ragil Armando
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved