Breaking News:

Hari Buruh

Peringati Hari Buruh 1 Mei, GMNI Denpasar Harap Pembukaan Pariwisata Bali Segera Bisa Direalisasikan

Dimana pariwisata merupakan sektor utama perokonomian masyarakat Bali yang telah mati suri lebih dari setahun.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ketua DPC GMNI Denpasar, I Putu Chandra Riantama 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyikapi hari buruh internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, DPC GMNI Denpasar menyuarakan argumentasi kritis terkait kondisi buruh di Bali dewasa ini.

Melalui kajian yang bertema 'Menakar Kesejahteraan Buruh Dalam Kondisi Covid-19 dan Wacana Pembukaan Pariwisata di Bali', GMNI Denpasar mengritisi tentang bagaimana tingkat kesejahteraan buruh di masa pandemi dan persiapan Bali dalam pembukaan pariwisata.

Dimana pariwisata merupakan sektor utama perokonomian masyarakat Bali yang telah mati suri lebih dari setahun.

Ketua DPC GMNI Denpasar, I Putu Chandra Riantama mengatakan, perkonomian Bali telah lumpuh selama satu tahun satu bulan yang memberikan dampak yang signifikan kepada para buruh.

Baca juga: Sampaikan 9 Poin Petisi ke Presiden, Buruh Minta Periode Karyawan Kontrak Dibatasi Maksimal 7 Tahun

"Karena bagaimanapun juga, terkait ekonomi di Provinsi Bali kita bertumpu pada sektor pariwisata, sudah setahun satuu bulan sektor ekonomi kita lumpuh, sehingga ini berdampak pada kaum buruh/pekerja khususnya yang bekerja di sektor pariwisata," kata Chandra kepada Tribun Bali, Sabtu 1 Mei 2021.

Chandra yang juga merupakan mahasiswa magister ilmu hukum Fakultas Hukum Universitas Udayana tersebut menyampaikan, sampai saat ini, pembukaan pariwisata Bali telah lama dicanangkan masih sekedar wacana.

"Pembukaan pariwisata Bali telah digaungkan sedari tahun 2020, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi," ungkapnya.

Pria asal Badung ini menegaskan, Gubernur Bali harus berani mendesak pemerintah pusat untuk membuka Pariwisata Bali.

"Seharusnya, pemerintahan di Provinsi Bali terutama Gubernur yang menjadi perpanjangan tangan Presiden di tingkat Daerah sudah harusnya berani bersikap tegas terkait hal ini, terlebih di Bali sebagai penyumbang devisa terbesar di Indonesia," sebutnya.

Chandra berharap, nantinya pariwisata Bali tidak ditunda kembali dan dibuka secara utuh.

"Harapannya, semoga janji pariwisata dibuka pada juni-juli benar ditepati," harap Chandra.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum, Advokasi dan Kajian Strategis DPC GMNI Hukum Denpasar Daffa Dhaifullah menyebut argumentasi kritis ini dibuat oleh tim kajian yang telah dibentuk sebelumnya.

"Kajian ini dibuat oleh tim kajian yang telah dibentuk dan juga atas kontribusi seluruh kader GMNI Denpasar," ungkap Daffa.

Ia menuturkan, terdapat tiga tuntutan yang disuarakan kepada Gubernur, Bupati/Walikota se-Provinsi Bali.

Baca juga: Memperingati Hari Buruh, Ratusan Personel Gabungan Amankan Aksi Demo Buruh di Renon Denpasar

"Dalam hari buruh ini, sikap kami adalah yang pertama, mendesak gubernur dan seluruh bupati/walikota di Provinsi Bali untuk satu suara memastikan terkait pembukaan pariwisata Bali yang dijanjikan pemerintah pusat direalisasikan di bulan Juni-Juli," ujarnya.

"Kedua, mendesak pemerintah dan pengusaha untuk melindungi hak-hak buruh, terlebih ketika pariwisata Bali mulai dibuka," lanjut Daffa.

"Ketiga, mendesak pemerintah Provinsi Bali untuk menginventaris pasal-pasal yang merugikan kaum buruh dalam UU Cipta Kerja untuk kemudian disuarakan ke Pemerintah Pusat," Pungkas dia. (*)

Artikel lainnya di Hari Buruh

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved