Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Pintu Keluar Masuk Bali Diperketat Selama Mudik Lebaran, Polisi: Travel Gelap Jangan Coba Bergerak

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mulai menjalankan masa Kegiatan Rutin Yang Diperketat (KRYD) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021

ist
Pemeriksaan yang dilakukan Jajaran Dir Lantas Polda Bali Polsek Marga di kawasan Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, Jumat 30 April 2021 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mulai menjalankan masa Kegiatan Rutin Yang Diperketat (KRYD) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 untuk mengantisipasi pemudik yang curi start dan travel gelap. 

KRYD dilaksanakan mulai tanggal 26 April 2021 hingga 5 Mei 2021 dan dilanjutkan masa penyekatan mudik pada 6 Mei 2021 sampai dengan 17 Mei 2021. 

Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol Indra menjelaskan, pada masa KRYD pengetatan dilakukan di pintu masuk seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai, guna memastikan orang yang masuk Bali benar-benar dilengkapi dengan surat kesehatan dan tidak terindikasi Covid-19.

"KRYD ini sifatnya pengetatan saja, memastikan yang keluar masuk Bali dilengkapi surat kesehatan tidak terindikasi Covid-19, utamanya di Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai," jelas Indra saat dihubungi Tribun Bali, Sabtu 1 Mei 2021.

Polresta Denpasar Gelar Rakor, Larangan Mudik Hingga Pendataan Penduduk Diperkuat

Kisah Darso dan Keluarga yang Nekat Mudik ke Banyumas Naik Bajaj

Survei: Warga Ingin Mudik Bertemu Keluarga karena Jenuh Hadapi Pandemi Covid-19

Di samping itu, masa KRYD juga dimaksudkan untuk menindak tegas beroperasinya travel gelap yang mengangkut para pemudik.

"KRYD juga untuk mengantisipasi travel gelap, jangan sampai travel gelap bergerak, apalagi, kita akan tindak tegas, kita tilang dan mobil akan kita kandangkan nanti sampai melewati masa sidang dan masa mudik selesai," tegas Indra.

"Apalagi kendaraan pribadi ngangkut orang, itu tidak boleh, travel resmi saja tidak boleh apalagi yang gelap. Mereka koordinir orang pura-pura keluarga, mencari keuntungan dari sana dibalik situasi seperti ini, kita periksa, kalau ketahuan, kita sanksi, kita tilang kita kandangin mobilnya, kita harus tegas, di Polda Metro sudah banyak ditangkap travel gelap," jabarnya.

Pihaknya sudah melakukan pemetaan jalur-jalur yang rawan dilintasi para pelaku travel gelap serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Organda (Organisasi Angkutan Darat).

"Saya yakin sudah dipetakan masing masing Polres, kita koordiansi Dishub, Organda dan tim terkait untuk memonitor masalah ini. Kita sampaikan ke jajaran tentang hal ini, Dishub juga sudah membuat surat edaran ke travel travel, jangan coba coba orang pribadi mengkoordinir orang pulang mudik, kasihan nanti biaya besar tidak boleh pulang, harap sabar-sabar. Ada hikmah yang diambil," ujar Dir Lantas Polda Bali.

Indra menyampaikan, bahwa tindakan pemerintah dan kepolisian bukan serta merta melarang masyarakat untuk mudik merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. 

Justru, upaya ini dilakukan karena memberikan rasa aman bagi keluarga supaya tidak terjadi penularan dan penyebaran virus Covid-19 dan segera memulihkan kondisi masyarakat diimbau patuh dan taat.

"Kami mohon masyarakat meningkatkan kesadaran penuh, bahwa dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih mengalami peningkatan, dengan tidak mudik kita menhaga keluarga agar tidak tertular virus ini, kita mencegah dan mengurangi risiko penyebaran dan penularan virus. Kita ingin cepat pulih, semua harus patuh, kalau nggak patuh gimana mau pulih, harus taat," pesannya. (*)

Update berita mudik lebaran 2021 di sini

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved