Breaking News:

Corona di Bali

Sempat Kehabisan Vaksin Covid-19, Provinsi Bali Kembali Terima 157.200 Dosis Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 kembali tiba di Provinsi Bali pada, Sabtu 1 Mei 2021. Datangnya vaksin dari pemerintah pusat tersebut sebanyak 9 koli yang berisikan

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksin Covid-19 - Sempat Kehabisan Vaksin Covid-19, Provinsi Bali Kembali Terima 157.200 Dosis Vaksin Sinovac 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARVaksin Covid-19 kembali tiba di Provinsi Bali pada, Sabtu 1 Mei 2021.

Datangnya vaksin dari pemerintah pusat tersebut sebanyak 9 koli yang berisikan 15.720 vial vaksin.

Vaksin tersebut dikirim langsung dari Bandara Soekarno Hatta. 

Vaksin diangkut dengan Maskapai Garuda Indonesia, GA 402.

Kemudian tiba di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 09.52 wita.

Ketika sampai, Vaksin Covid-19 langsung dikawal petugas menuju dua gudang penyimpanan obat di Kota Denpasar.

Vaksin Covid-19 yang datang tersebut berjenis Sinovac sebanyak 9 koli seberat 367,8 kg yang berisi 15.720 vial vaksin atau 157.200 dosis.

Baca juga: Pencanangan Tujuh Zona Hijau di Bangli Terkendala Vaksin

Yang mana, sebanyak lima koli vaksin Sinovac disimpan di gudang PT Tempo Scan Pacific di jalan Nangka dan sisanya empat koli disimpan di gudang Kimia Farma di Kawasan Renon.

Branch Manager PT Tempo Scan Pacific, Stephanus Ceno saat dikonfirmasi terkait pendistribusian vaksin ke setiap kabupaten kota di Bali mengatakan memang dua perusahaan yang ditunjuk salah satunya adalah PT. Tempo untuk mengirimkan vaksin ke masing-masing instalasi farmasi. 

"Dua perusahaan yang ditunjuk pemerintah ini selanjutnya akan mengirimkan vaksin ke masing - masing instalasi farmasi kabupaten dengan pengawalan aparat.

PT. Tempo Scan Pacific menangani pendistribusian vaksin ke 4 kabupaten yaitu Badung, Tabanan, Buleleng dan Jembrana," terangnya. 

Baca juga: Vaksin Sinovac dan Sinopharm Tiba di Indonesia, BPOM Keluarkan EUA Sinopham

7 Zona Hijau di Bangli Terkendala Vaksin

Ketersediaan vaksin covid-19 dinilai menjadi kendala pada pelaksanaan vaksinasi masal.

Alhasil persiapan tujuh desa zona hijau di wilayah Bangli pun kini masih sebatas wacana.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Jumat 30 April 2021 menjelaskan, vaksinasi ini merupakan kegiatan persiapan pembukaan objek wisata.

Hingga kini, progressnya baru sampai tahap sosialisasi pada awal bulan April lalu.

Sementara kebutuhan vaksin covid untuk pelaksanaan eksekusi vaksin yang akan diberikan kepada desa-desa penyokong destinasi wisata itu belum tersedia.

Hal ini karena jumlah vaksin yang dibutuhkan mencapai 20 ribu dosis.

Baca juga: Vaksin Sinopharm Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Efikasi 78 Persen, Ini Efek Sampingnya

“Kalau sudah tersedia baru dilaksanakan,” jelasnya.

Lebih lanjut diterangkan, vaksin Covid-19 disediakan oleh pemerintah pusat.

Vaksin ini menyasar masyarakat umum yang ada di daerah pariwisata.

Karena kriteria objek wisata yang bisa dibuka, apabila warganya dari umur 18 ke atas sudah divaksin semua.

Pria yang juga menjabat selaku Kadis Kominfosan Bangli itu menjelaskan, pemberian vaksin dibagi ke dalam tiga kelompok.

Mulai dari Kelompok Nakes, Kelompok Pelayan Publik, dan Kelompok Masyarakat.

Yang mana saat ini masih dalam tahap penyelesaian vaksinasi untuk pelayan publik.

“Kalau yang ini kan masuk masyarakat umum. Namun, dari tiga tahap itu, untuk pembukaan pariwisata dibuatkan program percepatan."

"Yang semestinya kelompok pelayan publik harus selesai dulu baru pindah ke masyarakat umum, khusus di Bali dibuatlah pola green zone."

"Kemungkinan, saat masuk ke tahap masyarakat umum vaksinasi diprioritaskan bagi masyarakat di daerah pariwisata,” jelasnya.

Mengenai persiapannya, Dirgayusa mengatakan saat ini sudah dikondisikan dan disiapkan SK Bupati.

Mulai dari ketersediaan tempat, tenaga pelaksana vaksin, hingga kebutuhan internet. Sedangkan pelaksanaan dan koordinator di masing-masing pos sudah disiapkan oleh dinas kesehatan.

Diketahui Pemkab Bangli memutuskan tujuh desa yang menjadi sasaran vaksinasi.

Di antaranya Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli; Desa Apuan, Kecamatan Susut; Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku; dan Desa Batur Utara, Batur Tengah, Batur Selatan, dan Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani.

Dipilihnya desa tersebut sebagai asas keadilan, karena mencakup masing-masing kecamatan serta mengakomodasi sejumlah objek wisata. (*)

Berita lainnya di Vaksinasi Covid-19

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved