Breaking News:

Berita Denpasar

Keluh Kesah Gusti Ayu Mengajar Anak TK Secara Virtual Selama Pandemi: Gak Ada Sisi Positifnya

Keluh Kesah Gusti Ayu Mengajar Anak TK Secara Virtual Selama Pandemi: Gak Ada Sisi Positifnya

Dok. Istimewa
Keluh Kesah Gusti Ayu Mengajar Anak TK Secara Virtual Selama Pandemi: Gak Ada Sisi Positifnya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setahun sudah Ni Gusti Ayu Parami Yogi, seorang guru di salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Denpasar, mengajar anak didiknya secara virtual.

Pembelajaran daring atau online akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan tersebut ternyata cukup menyulitkan Parami.

Minimnya pertemuan tatap muka membuat murid-muridnya belum tentu mengerti materi yang diajarkan olehnya.

"Dampaknya salah satunya, waktu tatap muka menjadi sedikit, jadi murid belum tentu mengerti materi yang diajarkan.

"Apalagi anak-anak yang masih tergolong PAUD atau TK terkadang susah untuk duduk dan mendengarkan karena anak kecil memiliki waktu untuk bisa konsentrasi sangat sebentar," tutur Parami, Minggu (2 Mei 2021).

Baca juga: KISAH Ketut Wiku, Guru Kontrak yang Nyambi Jualan Baju Online, Gaji Sebulan Hanya Cukup untuk Makan

Selain itu, tak sedikit siswa yang cuek dan tidak mengumpulkan tugas yang telah diberikan.

Kalaupun dikumpulkan, kebanyakan tugas-tugas tersebut dibantu oleh orang dewasa sehingga guru tidak bisa menilai kemampuan asli murid.

"Kadang ketika WFH, kurang efektif karena lingkungan rumah yang terkadang tidak mendukung untuk bekerja. Seperti adanya kebisingan yang ada di rumah, pekerjaan rumah seperti menyapu memasak dan lain-lain yang sekaligus dikerjakan ketika di rumah yang menyebabkan guru kurang fokus," tambahnya. 

Menurut Parami, hampir tidak ada sisi positif dari pembelajaran virtual selama masa pandemi, khususnya untuk proses belajar mengajar anak TK atau PAUD. 

Ia juga berharap agar pandemi Covid-19 ini segera usai agar dapat melakukan pembelajaran tatap muka kembali.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pramaartha untuk Bisa Jadi Guru Kontrak, Butuh Waktu 11 Tahun

"Sementara, sisi positifnya untuk pengajaran sih sebenernya gak ada. Benar-benar gak ada positifnya. Terlebih anak kecil kan lebih suka main dan ketemu teman terus sekarang harus dirumah saja.

Selain itu banyak orang tua yang mengeluh stress karena harus mengajari anak mereka. Bahkan ada beberapa orang tua yang sampai mencari guru untuk mengajarkan anaknya di rumah," imbuhnya. (*) 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved