Breaking News:

Hari Pendidikan Nasional

Kisah Gung Adhitya Mengajar di Sekolah Pelosok Jembrana, Jaraknya Hanya Satu Kilometer dari Hutan

Kemudian dirinya langsung mengajar di SDN 3 Tegalcangkring mulai tahun 2014 silam. Atau sekitar tujuh tahun yang lalu.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Anak Agung Putu Agung Adhitya Satria Utama,S.Pd. 

Belum lagi ditambah, guru saat ini harus merefleksi diri supaya tidak gagap teknologi. Mengajar dengan cara kekinian.

“Di tengah pandemi ini pembelajaran lewat WA. Karena untuk daring di sekolah susah sinyal. Sehingga pembelajaran lewat grup WA,” ucapnya Minggu 2 Mei 2021.

Menurutnya, pembelajaran melalui grup WA tidaklah maksimal.

Demi mencukupi kebutuhan pembelajaran muridnya, ia pun harus menggelar tatap muka seminggu sekali.

Baca juga: KISAH Ketut Wiku, Guru Kontrak yang Nyambi Jualan Baju Online, Gaji Sebulan Hanya Cukup untuk Makan

Dan itu pun dengan menaati protokol kesehatan.

Meskipun, saat ini sudah dapat PTM (Pembelajaran Tatap Muka) setiap hari, namun dengan jumlah terbatas.

“Pada saat pandemi, sebagai guru pun saya harus mengusir kebosanan siswa-siswi yang saya didik. Karena hanya dari WA saja mereka juga bosan,” ungkapnya.

Karena itu, sambungnya, ia berinisiatif membuat siswanya tidak bosan.

Caranya dengan membuat video literasi.

Mereka akan membuat video dengan handphone dengan berkelompok, kemudian menuliskan segala unsur dalam buku yang dicari di perpustakaan, dituangkan dalam video.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved