Breaking News:

Hari Pendidikan Nasional

Kisah Perjuangan AA Ayu Eka Samudra, 11 Tahun Naik Turun Bukit untuk Mengajar di SMP Nusa Penida

Sudah 11 tahun ia rela jauh dengan keluarganya, demi bisa mendidik anak-anak di SMPN Satu Atap (Satap) 2 Batukandik.

Istimewa
Anak Agung Ayu Eka Samudra Yanti (36), guru Seni dan Budaya di SMP N Satap 2 Batukandik saat mengajar siswa-siswinya. (Foto diambil sebelum pandemi) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Menjadi seorang guru tari, sudah menjadi cita-cita seorang Anak Agung Ayu Eka Samudra Yanti (36) asal Abiansemal, Badung.

Sudah 11 tahun ia rela jauh dengan keluarganya, demi bisa mendidik anak-anak di SMPN Satu Atap (Satap) 2 Batukandik.

Bahkan untuk menjankan tugasnya, ia setiap hari harus mengendarai sepeda motor naik turun bukit sejauh 18 Kilometer untuk berangkat ke sekolah.

AA Ayu Eka Samudra Yanti menceritakan, ia dilantik sebagai guru seni dan budaya pada tahun 2010 lalu.

Baca juga: Kisah Gung Adhitya Mengajar di Sekolah Pelosok Jembrana, Jaraknya Hanya Satu Kilometer dari Hutan

Sejak awal dilantik hingga saat ini, ibu dari dua orang anak ini ditugaskan di SMP N Satap (Satu Atap) 2 Batukandik.

" Awalnya saya tidak terbayang akan jadi guru di Nusa Penida, yang tempatnya jauh dan nyeberang lautan. 

Tapi menjadi guru tari memang cita-cita saya sejak kecil, dan itu tercapai setelah bisa menjadi guru seni dan budaya di Nusa Penida," ujar AA Ayu Eka Samudra, Minggu 2 Mei 2021.

Saat awal menjadi guru penempatan di Nusa Penida, AA Ayu Eka Samudra sudah harus menerima konsekuensi jauh dengan keluarga.

 Sebagai seorang ibu, ia tidak bisa intens bertemu dan mengurus anak-anak dan keluarganya secara langsung.

Ia hanya bisa pulang dan bertemu keluarga setiap akhir pekan.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved