Breaking News:

Berita Bali

Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana: Perguruan Tinggi Jangan Terjebak Birokratisasi

Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Dr. A.AGN Ari Dwipayana, menegaskan perguruan tinggi harus mampu keluar dari birokratisasi kampus

Istimewa
Koordinator Staf Khusus Presiden RI Ari Dwipayana: Perguruan Tinggi Jangan Terjebak Birokratisasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Dr. A.AGN Ari Dwipayana, menegaskan perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Agama Hindu Negeri (PTAHN) harus mampu keluar dari birokratisasi kampus.

Debirokratisasi kampus penting untuk merespon disrupsi yang berkembang saat ini.

Hal itu disampaikan Ari Dwipayana, dalam kegiatan Rapat Kerja Penyempurnaan RIP, Renstra, dan Renop STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Bali.

Lebih lanjut, Ari Dwipayana menyampaikan perubahan yang sangat cepat terkait teknologi, seperti Cyber Physical, Internet of Things, dan Bio-technology, diperlukan strategi dalam merespon perkembangan ini.

Baca juga: Dies Natalis ke-5, STAHN Mpu Kuturan Singaraja Genjot Akreditasi Seluruh Prodi

Perguruan tinggi tidak bisa menghindar dari perubahan dan harus menyesuaikannya dengan berbagai strategi.

Civitas akademika khususnya pimpinan STAH Mpu Kuturan, harus mampu menghadapi perubahan itu dengan tiga hal.

"Diantaranya melakukan transformasi organisasi, mendorong active learning, dan membangun ekosistem baru,"tegas tokoh Puri Kauhan Ubud ini, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Minggu 2 Mei 2021.

Active learning menjadi keharusan, karena ke depan akan banyak skill yang ditinggalkan dan muncul skill baru yang akan dicari.

Bahkan akan berkembang hybrid jobs yang memerlukan hybrid skills.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved