Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

SOSOK dan Profil Kolonel Iwa, Eks Komandan KRI Nanggala-402, 26 Tahun Mengabdi, Kini Terbaring Sakit

Iwa sakit karena terlalu lama bertugas berlayar di kapal selam, sudah 26 tahun.

Tayang:
Editor: Kambali
Dok. Pelopor Passus Kapal Selam Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa
Foto-foto Mantan Komandan Satuan Kapal Selam TNI AL Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa semasa masih sehat dan bertugas yang kini terbaring sakit di kediamannya Tasikmalaya. 

TRIBUN-BALI.COM, TASIKMALAYA - Berikut ini sosok dan profil Kolonel Iwa, eks Komandan KRI Nanggala 402 di artikel ini.

Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) dan KRI Nanggala-402 Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa mengabdikan hidupnya untuk menjaga lautan Indonesia selama 26 tahun.

Namun, kondisi Iwa kini memprihatinkan.

Karena sakit paru-paru kronis yang diderita, tubuh Iwa semakin kurus dan sulit berbicara.

Baca juga: Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Kini Hanya Terbaring Lemas, Jual Rumah untuk Biaya Berobat

"Iwa sakit karena terlalu lama bertugas berlayar di kapal selam, sudah 26 tahun.

Dia begitu mencintai pekerjaannya.

Kalau Iwa tak sakit, mungkin saat tenggelam kapal selam kemarin masih Iwa komandannya," jelas ibu Iwa, Momoh, kepada wartawan di rumahnya di Simpang Lima, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 1 Mei 2021.

Baca juga: Angkatan Laut Jerman Beri Penghomatan Khusus bagi Awak KRI Nanggala-402

Kolonel Iwa mengalami sakit parah karena mengisap terlalu banyak zat besi selama bertugas di kapal selam.

Bahkan, untuk biaya pengobatan, Iwa yang masih menjadi prajurit TNI aktif ini terpaksa menjual rumahnya.

"Kalau rumahnya dulu ada tapi bukan di Jati, di Parhon itu. Itu sudah lama dijual untuk berobat," kata Heni, mertua Iwa.

Baca juga: Lanal Bingung, Pria Ini Mendadak Menyerahkan Diri Setelah Komentar di FB Soal KRI Nanggala-402

Mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Purnawirawan Anton Charliyan yang juga kakak Iwa mengatakan, dia mendampingi adiknya itu saat terbaring tak berdaya karena sakit yang diderita.

"Bagaimana tidak, Iwa dan teman-temannya berulang kali curhat kalau sudah masuk kapal selam saat akan bertugas seperti sudah masuk kuburan," jelas Anton kepada Kompas.com saat dihubungi via WhatsApp, Jumat, 30 April 2021.

Anton berharap pemerintah memberikan perhatian khusus bagi para pasukan khusus kapal selam sesuai dengan pengabdian mereka selama ini.

Ia pun membandingkan dengan para pegawai BUMN dengan gaji besar dan tunjangan para anggota dan pensiunan TNI-Polri selama ini.

"Jauh berbeda, sangat jauh sekali. Padahal, para pasukan khusus ini bekerja selama 24 jam penuh dengan risiko mempertaruhkan nyawa demi negara," ujar dia.

Baca juga: Bupati Jembrana Tamba Tabur Bunga dan Doa Bersama Kenang 53 Awak KRI Nanggala 402

Menurut Anton, kondisi sakit karena kandungan metal kapal selam bukan hanya dialami adiknya, tapi juga kebanyakan pasukan kapal selam.

"Selain adik saya, ternyata sebagian besar rekan-rekannya juga sama, menderita kandungan zat besi saat bernapas di kapal selam selama bertugas.

Saya berharap pemerintah lebih meperhatikan kesejahteraan pasukan khusus kapal selam yang selama ini mengabdi, tapi kondisinya memprihatinkan," ujar Anton.

Anton mengaku mendapatkan cerita tersebut karena dahulu banyak rekan-rekan Iwa yang berkumpul di rumahnya.

Mereka sering bercerita marabahaya yang kerap dihadapi pasukan kapal selam.

Baca juga: Sosok dan Profil Suheri, Satu-satunya PNS yang Turut Gugur di KRI Nanggala-402, Ternyata Ahli Ini

Atas kondisi adiknya, Anton juga mengaku ada rasa kecewa.

Sebab dia melihat prajurit lain di luar kapal selam tidak mengalami risiko besar, tapi memiliki karier yang lebih baik.

"Sedangkan mereka yang bertugas di luar kapal selam meraih sukses karirnya.

Bukan apa-apa, ini saya sakit hati sebagai kakak kandung dan merasakan," kata Anton.

Meski demikian, Anton mengetahui bahwa para prajurit memang sudah siap untuk menghadapi segala risiko untuk menjalankan tugas negara.

"Mereka tahu risikonya begitu, karena sudah mengemban tugas negara.

Betul-betul jiwa dan raganya diberikan, menjaga kedaulatan negara," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 26 Tahun Kolonel Iwa Mengabdi Menjaga Lautan, Kini Tubuhnya Kurus hingga Jual Rumah untuk Berobat.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved