Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Travel Gelap Jangan Coba-coba, Ditlantas Perketat Pintu Keluar Bali Antisipasi Curi Start Mudik

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mulai menjalankan masa Kegiatan Rutin Yang Diperketat (KRYD) menjelang Hari Raya Idul Fitri

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi - Travel Gelap Jangan Coba-coba, Ditlantas Perketat Pintu Keluar Bali Antisipasi Curi Start Mudik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mulai menjalankan masa Kegiatan Rutin Yang Diperketat (KRYD) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 untuk mengantisipasi pemudik yang curi start dan travel gelap.

KRYD dilaksanakan 26 April hingga 5 Mei dan dilanjutkan masa penyekatan mudik pada 6-17 Mei.

Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes Pol Indra menjelaskan, pada masa KRYD pengetatan dilakukan di pintu masuk Bali, seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai, guna memastikan orang yang masuk Bali benar-benar dilengkapi dengan surat kesehatan dan tidak terindikasi Covid-19.

"KRYD ini sifatnya pengetatan saja, memastikan yang keluar masuk Bali dilengkapi surat kesehatan tidak terindikasi Covid-19, utamanya di Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai," jelas Indra saat dihubungi Tribun Bali, Sabtu 1 Mei 2021.

Baca juga: Mobil dengan Stiker Khusus Kemenhub Bisa Bawa Penumpang Saat Masa Larangan Mudik

Di samping itu, masa KRYD juga dimaksudkan untuk menindak tegas beroperasinya travel gelap yang mengangkut para pemudik.

"KRYD juga untuk mengantisipasi travel gelap. Jangan sampai travel gelap bergerak, apalagi, kita akan tindak tegas. Kita tilang dan mobil akan kita kandangkan nanti sampai melewati masa sidang dan masa mudik selesai," tegas Indra.

"Apalagi kendaraan pribadi ngangkut orang, itu tidak boleh. Travel resmi saja tidak boleh, apalagi yang gelap. Mereka koordinir orang pura-pura keluarga. Mencari keuntungan dari sana, di balik situasi seperti ini. Kita periksa. Kalau ketahuan, kita sanksi. Kita tilang. Kita kandangin mobilnya. Kita harus tegas. Di Polda Metro sudah banyak ditangkap travel gelap," ujarnya.

Pihaknya sudah memetakan jalur-jalur yang rawan dilintasi para pelaku travel gelap serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Organda (Organisasi Angkutan Darat).

"Saya yakin sudah dipetakan masing-masing Polres. Kita koordinasi Dishub, Organda dan tim terkait untuk memonitor masalah ini. Kita sampaikan ke jajaran tentang hal ini. Dishub juga sudah membuat surat edaran ke travel travel. Jangan coba-coba orang pribadi mengkoordinir orang pulang mudik. Kasihan nanti biaya besar tidak boleh pulang, harap sabar-sabar. Ada hikmah yang diambil," ujar Dir Lantas Polda Bali.

Indra menyampaikan, tindakan pemerintah dan kepolisian bukan serta merta melarang masyarakat untuk mudik merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Halaman
1234
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved