Breaking News:

Indef Ragu Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%, Impor Pangan Makin Parah Sejak 98 

Untuk mencapai 5 persen pada triwulan berikutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan belanja fiskal.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) tak yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dapat mencapai 5 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2021 kemungkinan masih minus 1 persen.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan, hal tersebut  menandakan triwulan berikutnya harus konsisten tumbuh 5 persen lebih untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5 persen.

"Tapi itu tetap pertumbuhan ekonomi tidak sampai 5 persen, paling 3,5 persen kalau konsisten 5 persen pertumbuhan triwulan," kata Eko saat webinar, Senin 3 Mei 2021.

Untuk mencapai 5 persen pada triwulan berikutnya, kata Eko, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan belanja fiskal, tetapi perlu mendorong penyaluran kredit perbankan yang saat ini negatif pertumbuhannya.

"Walaupun ada proyeksi-proyeksi dari Bloomberg menyatakan 6,7 persen, atau Pak Jokowi targetnya 7 persen triwulan kedua. Ya mudah-mudahan dapat," kata dia.

Selain itu, kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini, yaitu penanganan pandemi Covid-19. Untuk hal ini, pemerintah harus bersunguh-sungguh mengatasi persoalan tersebut dengan cepat.

"Tidak ada jalan lain, negara yang berhasil mengakselerasi perekonomiannya, itu berkaitan dengan vaksinasi atau setidaknya berhasil menangani pandemi. Amerika, China, ya mereka pasti mengimbangi kemampuan penanganan kesehatan, kuncinya penanganan pandemi," tutur Eko.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, ekonom Indef Drajad Wibowo mengatakan kondisi impor dan kedaulatan pangan cenderung semakin parah sejak Indonesia dilanda krisis moneter pada 1997/1998.

Di zaman orde baru pangan bukan sekadar penopang ekonomi dan menyejahterakan rakyat, tapi juga sebagai bagian dari pertahanan keamanan nasional.

Kekinian masalah impor ini terjadi lantaran produksi pangan pokok seperti beras, gula, dan daging sudah jauh di bawah konsumsi nasional.

Halaman
12
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved