Breaking News:

Corona di India

Krisis Covid-19 di India Makin Parah, Kehabisan Vaksin dan Catat 3.689 Kematian dalam 24 Jam

Sabtu, 1 Mei 2021 melaporkan, sekitar 150 juta dosis vaksin corona telah diberikan di India, atau setara 11,5 persen dari 1,3 miliar penduduknya

Editor: Kambali
AP PHOTO/CHANNI ANAND
Kerabat pasien meninggal Covid-19 tampak putus asa dalam prosesi kremasi di Jammu, India, pada Minggu (25/4/2021). Krematorium dan permakaman India kewalahan menangani banyaknya pasien meninggal virus corona yang bertambah cepat dari hari ke hari. 

TRIBUN-BALI.COM, NEW DELHI - Beberapa negara bagian di India melaporkan kehabisan vaksin Covid-19, saat regulasi menyatakan semua orang dewasa di sana boleh divaksinasi.

India sebelumnya mengkhususkan vaksin virus corona bagi pekerja garis depan dan orang-orang berusia 45 tahun ke atas.

Namun, gelombang kedua Covid-19 India yang sangat parah membuat "Negeri Bollywood" kekurangan oksigen medis dan ranjang rumah sakit.

Baca juga: Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India, Begini Prosesnya

BBC pada Sabtu, 1 Mei 2021 melaporkan, sekitar 150 juta dosis vaksin corona telah diberikan di India, atau setara 11,5 persen dari 1,3 miliar penduduknya.

Akan tetapi walau India sendiri adalah produsen vaksin terbesar di dunia, mereka mengalami kekurangan stok di dalam negeri dan kini menghentikan sementara ekspor vaksin AstraZeneca agar kebutuhan domestik terpenuhi.

Lebih dari 13 juta orang berusia 18-45 tahun mendaftar untuk mendapatkan vaksin, tetapi negara-negara bagian termasuk Madhya Pradesh dan Maharashtra yang terdampak paling parah mengatakan mereka kehabisan stok.

Alhasil, rencana vaksinasi kelompok usia ini yang sedianya dilakukan pada 1 Mei harus diundur.

Baca juga: India Kembali Catatkan Rekor Kenaikan Harian Kasus Covid-19, Obat dan Oksigen Makin Langka

Sementara itu Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal meminta warganya tidak mengantre vaksin dulu, karena ibu kota India tersebut belum menerima barangnya.

"Begitu vaksin tiba kami akan memberitahu Anda, lalu Anda bisa datang untuk disuntik."

"Kami mengimbau Anda untuk tidak memadati pusat vaksin dalam beberapa hari ke depan," katanya dikutip dari BBC seraya menambahkan lockdown di ibu kita akan diperpanjang seminggu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved