Breaking News:

Berita Bali

Pemerintah Atur Larangan Mudik 6-17 Mei, Sosiolog Unud: Curi Start Mudik Pilihan Rasional Perantau

Dinas Perhubungan Kota Denpasar mengatakan, masyarakat sudah mulai melakukan mudik sejak tanggal 22 April dan setiap hari terjadi peningkatan

Istimewa
Foto ilustrasi mudik - Pemerintah Berlakukan Larangan Mudik 6-17 April, Sosiolog Unud: Curi Start Mudik Pilihan Rasional Perantau 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah melarang mudik serangkaian Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 yang diberlakukan pada 6 – 17 Mei 2021.

Walaupun demikian, banyak masyarakat yang mendahului atau mencuri start untuk mudik saat larangan tersebut belum berlaku.

Dinas Perhubungan Kota Denpasar mengatakan, masyarakat sudah mulai melakukan mudik sejak tanggal 22 April dan setiap hari terjadi peningkatan.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, pada 22 April 2021 tercatat 571 orang pergi meninggalkan Bali via Terminal Mengwi dan pada 2 Mei 2021 kemarin melonjak sebanyak 100 persen lebih yakni sebanyak 1.263 orang.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Idul Fitri, 1.200 Orang Keluar Via Terminal Mengwi dalam Sehari

Sementara itu, 5.728 orang meninggalkan Bali via Pelabuhan Gilimanuk pada 22 April dan naik menjadi 10.270 orang pada 30 April 2021.

Terkait hal tersebut, Sosiolog dari Universitas Udayana (Unud), Wahyu Budi Nugroho mengatakan mencuri start untuk mudik merupakan pilihan rasional dari pemudik itu sendiri.

Dengan rasionalitas tersebut, ada tiga pilihan utama yang dipertimbangkan yakni Sumber Daya, sarana pendukung dan risiko.

“Terkait sumber daya, perantau mungkin punya cukup tabungan atau sudah memperoleh THR sehingga bisa digunakan sebagai uang saku untuk pulang kampung,” kata Wahyu, Senin 3 Mei 2021 petang.

Dengan uang tabungan maupun THR tersebut, perantau bisa membagikannya kepada orang tua maupun sanak keluarga untuk sekadar membeli baju baru maupun sejenisnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved