Breaking News:

Berita Bali

SUKA DUKA Kehidupan Guru di Bali: Dari Jualan Online hingga Perjuangan Mengajar Naik Turun Bukit

Suka Duka Kehidupan Guru di Bali: Dari Jualan Online hingga Perjuangan Mengajar Naik Turun Bukit

Istimewa
Anak Agung Ayu Eka Samudra Yanti (36), guru Seni dan Budaya di SMP N Satap 2 Batukandik saat mengajar siswa-siswinya. (Foto diambil sebelum pandemi) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suka duka kehidupan sejumlah guru di Pulau Dewata menampilkan kisah menarik di kala bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2021.

Sebagian dari mereka bekerja penuh dedikasi untuk mendidik anak bangsa di daerah pedesaan. Daerah terpencil bukan halangan.

Ada pula yang tetap setia mengabdi dalam status sebagai guru kontrak.

Untuk menambah penghasilan, mereka menyambi jual baju secara online hingga menawarkan jasa catering.

I Ketut Wiku Budi Laksana merupakan satu di antara  ribuan guru kontrak di Bali. Pria yang akrab disapa Tut Wiku ini mengajar mata pelajaran Bahasa Bali di SMPN 3 Tabanan.

Selain mengajar dia nyambi menjadi pedagang baju online.

Usaha sampingan tersebut ia jalani lantaran gaji guru kontrak tak mencukupi biaya hidupnya.

Penghasilan guru kontrak di Tabanan  saat ini  Rp1.150.000 per bulan.

"Sudah enam tahun menjadi guru di Tabanan,” tuturnya, Minggu (2/5/2021).

Selama menjadi guru kontrak dia memperoleh satu kali kenaikan gaji.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved