Breaking News:

Wawancara Tokoh

WAWANCARA KHUSUS:Gusti Agung Ayu P.Oka Sudah 40 tahun Jadi Guru, Meski Sakit Tetap Semangat Mengajar

Sebagai Guru SD di Penyaringan Kecamatan Mendoyo, sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini membeberkan terkait poin penting dalam pendidikan.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Gusti Agung Ayu Putu Oka 

Sebagai guru apa ibu?

Guru Agama Hindu

Ibu sendiri memiliki berapa anak?

Saya memiliki dua anak. Yang pertama bekerja sebagai guru. Dan yang kedua sebagai pegawai di Bank BNI. Astungkara keduanya sudah bisa menghidupi diri sendiri.

Dahulu ibu lulusan universitas mana?

Awalnya saya setelah lulus dari SMA langsung mengajar sebagai guru SD untuk mata pelajaran Guru Agama Hindu. Kemudian kuliah dan Lulus tahun 89 dari Universitas Saraswati di Denpasar. Dan lanjut S2 Lulusan UNHI Denpasar untuk sertifikasi Guru.

Baca juga: Kisah Gung Adhitya Mengajar di Sekolah Pelosok Jembrana, Jaraknya Hanya Satu Kilometer dari Hutan

Bagaimana suka dan duka 40 tahun mengajar sebagai guru agama Hindu?

Sebagai guru itu bukan hanya mendidik orang lain. Tapi mendidik diri sendiri, kemudian keluarga. Sebab anak-anak haus akan bimbingan kita. Dan itu yang menjadi kebanggaan kita. Meskipun nafkah sedikit itu tergantung bagaimana kita mengatur itu. Sedikit-sedikit kalau diatur tidak terlalu bermewah itu kan terpuji. Yang terpenting menjadi guru itu adalah mendidik diri sendiri. Kemudian keluarga. Mungkin suka dukanya cuma itu saja.

Ibu menyebut bahwa pendidikan itu harus dari keluarga. Apakah prinsip ini juga yang kemudian membuat dua anak ibu, saat ini juga kategori sudah berhasil di pekerjaan masing-masing?

Kurang lebih seperti itu. Memang yang terpenting menjadi seorang guru itu harusnya bagaimana bisa mendidik keluarga. Jadi dari keluarga atau diri sendiri dulu. Bukan langsung ke orang lain. Ketika kita berhasil mendidik keluarga, maka kita akan mudah untuk mendidik orang lain. Itu prinsip. Jangan sampai kita gagal mendidik keluarga, karena itu akan berdampak juga gagal mendidik orang lain.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved