Breaking News:

Wawancara Tokoh

WAWANCARA KHUSUS:Gusti Agung Ayu P.Oka Sudah 40 tahun Jadi Guru, Meski Sakit Tetap Semangat Mengajar

Sebagai Guru SD di Penyaringan Kecamatan Mendoyo, sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini membeberkan terkait poin penting dalam pendidikan.

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Gusti Agung Ayu Putu Oka 

Bagaimana nasib guru zaman dahulu, saat ibu pertama kali mengajar?

Jujur zaman dahulu saya melarat sekali. Saat pertama mengajar, saya dengan suami hanya tinggal di mes. Dan itu selama 17 tahun. Tapi semua itu saya syukuri. Dan saya didik anak saya supaya tidak mengeluh dan selalu bersyukur.

Apa pendidikan yang paling penting yang ibu tanamkan dalam keluarga?

Yang terpenting adalah Budi Pekerti. Di ajaran agama Hindu itu ada Tri Kaya Parisudha. Dimana harus berpikir, berucap dan berkelakuan baik. Ini yang saya tanamkan.

Apakah cukup dengan Budi pekerti itu saja?

Itu landasan utama. Kemudian akan menyusul pada kedisiplinan dan sikap yang lainnya. Saya memang sangat cerewet kepada anak saya ketimbang suami saya. Tapi itulah yang saya harapkan anak saya menjadi orang yang baik. Dan saya tidak mau gagal mendidik anak saya. Karena pendidikan itu terutama kepada anak harus dimulai sejak anak itu dalam kandungan. Semua akan mudah ketika kita berhasil mendidik anak kita.

Dari informasi, bahwa ibu saat ini dalam kondisi sakit. Apakah boleh tahu sakit apa?

Baca juga: Rangkaian Hari Kartini, TP PKK Jembrana: Akhiri KDRT

Dahulu pada 2006, saya kontrol gula 400. Kemudian sering berobat. Tapi tidak ada perubahan. Kemudian berefek ke kepala belakang saya. Kemudian saya juga kontrol lagi, dan saya cek gula saya naik ke 428. Dan akhirnya mata saya juga dikatakan katarak karena gula. Kemudian kepala belakang saya juga sering sakit. Dan saya didiagnosa karena ada benjolan di payudara, katanya tumor. Dan saya akan pemeriksaan tanggal 12 nanti di RS Kapal. Tapi jujur meski sakit saya tidak pernah patah semangat dalam mengajar.

Mungkin terakhir apa pesan ibu kepada Guru atau anak didik saat ini?

Saya harap guru tetap semangat. Jangan pamrih. Meskipun kita tidak seberapa mendapat gaji. Figur pendidik intinya bagaimana kita mendidik diri sendiri. Dan dimasa pandemi ini saya pesan semua guru untuk terus membaca membaca dan membaca. Karena dari membaca itu kita mendapatkan ilmu. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved