Breaking News:

Berita Badung

Dewan Soroti Kinerja Perumda Air Minum Tirta Mangutama, Rugi Rp13,9 M Pegawai Masih Terima Tunjangan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung khususnya Komisi III menyoroti kinerja Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Komisi III DPRD Kabupaten Badung saat melaksanakan rapat dengar pendapat dengan jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mengutamakan Badung pada Selasa 4 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung khususnya Komisi III menyoroti kinerja Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Pasalnya selama mengalami kerugian sebesar Rp13,8 Miliar, perusahaan plat merah itu masih bisa memberikan Tunjangan Kerja dan THR pada pegawainya.

Hal itu pun terungkap saat Komisi III DPRD Badung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Rapat yang berlangsung di gedung dewan, pada Selasa 4 Mei 2021 itu dipimpin ketua Komisi III I Nyoman Alit Yandinata bersama wakil Ketua Komisi III I Nyoman Satria dan dihadiri sejumlah anggota komisi III lainnya.

Baca juga: Calon Direksi Perumda Tirta Mangutama Jalani Sesi Wawancara, Bupati Giri Prasta Inginkan Ini

Pada rapat  yang dihadiri jajaran direksi PDAM, Dirut I Wayan Suyasa, Dirtek Made Suarsa dan Dirum I Made Sugita serta dewan pengawasan I Wayan Tirta berlangsung cukup alot.

Pada kesempatan itu rapat terus membahas kebocoran yang dialami Perumda Air Minum Tirta Mangutama sehingga mengakibatkan kerugian.

Namun anehnya di tengah merugi, karyawan PDAM tetap masih bisa mendapat THR dan tunjangan kerja.

“Menutupi kerugian saja belum bisa, kok dapat tunjangan kerja? Bagaimana sih menilai atau mengukur kinerja staf sebenarnya?” tanya Nyoman Satria.

Baca juga: 2 Tahun Diresmikan Jokowi, Perumda Pasar Belum Bisa Pungut Sewa Kios dan Los di Pasar Badung

Masalah kebocoran yang terjadi di PDAM diakui mencapai 40,6 persen.

Kebocoran kemudian menyebabkan kerugian di tubuh perusahaan milik pemerintah itu sebesar Rp13,8 miliar lebih. 

Halaman
1234
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved