Breaking News:

Corona di Bali

Ini Penjelasan Ahli Virologi Soal Masuknya Varian Covid-19 dari Afrika Selatan dan Inggris di Bali

varian virus corona baik dari India, Afrika, Inggris, Brazil merupakan perubahan mutasi asam amino penyusun protein spike virus corona.

Shutterstock/Kobkit Chamchod
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 - Ini Penjelasan Ahli Virologi Mengenai Varian Virus Corona Afsel dan Inggris di Bali 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengonfirmasi masuknya dua varian virus corona, masing-masing dari Afrika Selatan B.1.351 dan Inggris B.1.1.7 yang dinyatakan menginfeksi dua pasien di Badung dan Denpasar.

Ahli Virologi asal Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika meminta masyarakat tidak perlu panik dengan keberadaan Virus Corona varian Afrika Selatan dan Inggris tersebut.

"Kita tidak perlu panik, masyarakat tidak perlu panik," kata Mahardika melalui sambungan telepon dengan Tribun Bali, Selasa 4 Mei 2021 malam.

Ia menjelaskan, bahwa varian virus corona baik dari India, Afrika, Inggris, Brazil merupakan perubahan mutasi asam amino penyusun protein spike virus corona.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Denpasar, Pemkot Dapat Warning, Kadiskes: Tim Masih Bekerja

"Protein spike adalah yang paling penting di permukaan virus yang membantu virus itu masuk ke dalam sel, dan berperan dalam kekebalan oleh vaksin," katanya.

Hanya saja, disebutkan Prof. Mahardika, perubahannya sangat minimum, protein spikenya covid-19 memiliki 1.300 asam amino, sementara perubahannya pada varian lain itu hanya 2-5 asam amino saja.

"Jadi kecil sekali, perubahannya hanya 0,03 persen, perubahannya minimum," sebutnya.

Virus corona varian Inggris misalnya, awal mula muncul diindikasikan lebih mudah menular meskipun belum tentu lebih mematikan, namun hal itu terbantahkan.

"Tetapi dugaan orang bahwa varian ini lebih mudah menular terbantahkan karena apa yg terjadi di Inggris ternyata kasusnya menurun. Awal januari 2021 kasus harian di Inggris 70 ribu orang per hari, selarang tinggal 2-3 ribu orang per hari, jadi dugaan virus ini mudah menular antar orang belum terbukti," bebernya.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved