Breaking News:

Novel Baswedan Sudah Dengar Informasi Mengenai Penyidik KPK yang Terancam Dipecat

Beberapa sumber di internal KPK mengatakan mayoritas pegawai yang akan dipecat adalah penyidik senior di lembaga tersebut, termasuk Novel Baswedan.

Editor: DionDBPutra
KOMPAS.COM/TATANG GURITNO
Novel Baswedan. Novel mengaku sudah mendengar informasi mengenai rencana pemecatan sejumlah penyidik KPK. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan memecat 75 pegawainya. Di antara yang akan dipecat itu adalah para penyidik di lembaga pemberantasan korupsi tersebut.

Pemecatan terhadap para pegawai KPK ini merupakan buntut dari tes wawasan kebangsaan yang digelar oleh lembaga tersebut.

Tes tersebut merupakan bagian dari alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diatur dalam Undang-undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK).

Beberapa sumber di internal KPK mengatakan mayoritas pegawai yang akan dipecat adalah penyidik senior di lembaga antikorupsi tersebut, termasuk Novel Baswedan. Novel pun mengaku sudah mendengar informasi itu.

”Iya benar, saya mendengar info tersebut,” kata Novel lewat pesan singkat, Senin 3 Mei 2021.

Baca juga: Penyidik KPK Diduga Palak Wali Kota Tanjungbalai, Minta Uang Rp 1,5 Miliar

Baca juga: KPK Tahan Mantan Pejabat Ditjen Pajak, Diduga Terima Suap dari Perusahaan Haji Isam

Selain Novel nama lain yang dikabarkan tidak lolos tes antara lain Ambarita Damanik, Budi Agung Nugroho, Andre Nainggolan, Budi Sukmo, Rizka Anungnata, Afief Julian Miftah, dan Iguh Sipurba.
Selain itu ada Marc Falentino, Praswad Nugraha, Harun Al Rasyid, Aulia Posteria, Riswin, termasuk Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo.

Pelaksana tugas Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono mengatakan sejumlah lembaga dilibatkan dalam semua proses asesmen terhadap pegawai KPK itu, termasuk penilaian.

Sejumlah lembaga ikut terlibat dalam tes itu antara lain Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelejen Strategis (BAIS), hingga Dinas Psikologi Angakatan Darat (PsiAD).

Meski demikian, Paryono enggan menjelaskan lebih lanjut standar penilaian yang digunakan.
"Terkait pelaksanaan asesmen, ini tidak dilakukan sendiri oleh BKN tetapi bekerjasama dengan instansi seperti BIN, Dinas PsiAD, BNPT, BAIS tentu ada standarnya," kata Paryono lewat pesan singkat, Selasa 4 Mei 2021.

Tes wawasan kebangsaan para pegawai KPK itu berlangsung sejak Maret hingga 9 April 2021 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved