Breaking News:

Berita Denpasar

Terkait Dugaan Penyelewengan Dana di Tubuh LPD Serangan, Warga Mengadu ke Kejati Bali

Melihat kondisi LPD seperti ini, warga serta tokoh masyarakat Serangan telah mengadu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Tribun Bali/Putu Candra
Wayan Patut memperlihatkan sejumlah dokumen terkait dugaan adanya penyelewengan dana di LPD Desa Adat Serangan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisruh kembali terjadi di tubuh Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Serangan, Denpasar.

Dengan adanya kisruh dugaan penyelewengan dana itu, LPD Desa Adat Serangan ditutup sejak Oktober 2020 dan hingga kini belum beroperasi.

Melihat kondisi LPD seperti ini, warga serta tokoh masyarakat Serangan telah mengadu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Akibat kisruh LPD tersebut berdampak ke masyarakat yang merasa dirugikan.

Baca juga: 5.231 Krama Dapat Paket Daging Babi, LPD Desa Adat Kedonganan Bali Mepatung Jelang Galungan

Mereka tidak bisa menarik uangnya yang tersimpan.

 Juga berdampak ke kegiatan adat, misalnya pelaksanaan upacara besar di desa tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

"Tanggal 25 maret 2021 saya melakukan pelaporan ke Kejati Bali. Saya berharap pihak berwenang secara hukum untuk segera menindaklanjuti atau memproses laporan ini. Sampai saat ini kami masih menunggu tindaklanjut dari Kejati Bali atas laporan kami agar segera diselesaikan. Kalau ini dibiarkan berlarut kerugian akan banyak dan kami masyarakat yang dirugikan, apalagi di situasi ekonomi yang tengah dirundung pandemi ini," jelas I Wayan Patut saat ditemui di Denpasar, Selasa, 4 Mei 2021.

"Saat ini kondisi LPD sudah tidak beroperasi, ditutup sejak oktober 2020. Sekarang LPD tidak ada dana. Ada dana cuma Rp 168 ribu dari aset senilai Rp 7,2 miliar. LPD ini sudah bermasalah sejak 2015, dan baru ketahuan 2020," imbuh pria yang menjabat sebagai Kelian Adat Banjar Kaja, Serangan sejak 17 Mei 2019 ini.

Awal terciumnya ketidakberesan di tubuh LPD Desa Adat Serangan bermula ketika ada laporan pertanggungjawaban LPD tahun 2019 kepada tokoh masyarakat, termasuk kelian adat Desa Serangan yang diselenggarakan bulan Juli 2020.

Dari laporan itu, Wayan Patut melihat ada kejanggalan.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved