Breaking News:

Berita Bali

BI Bali Ajak Tokoh untuk Bersinergi Menjaga Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan dan Pemersatu Bangsa

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan sosialisasi

Istimewa
Bertempat di Hotel The Royal Santrian Nusa Dua Bali, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah Bali - BI Bali Ajak Tokoh untuk Bersinergi Menjaga Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan dan Pemersatu Bangsa 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Guna meningkatkan rasa cinta, bangga dan paham terhadap Rupiah terutama di era digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan pemuka agama di wilayah Bali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyebut bahwa Rupiah merupakan identitas dan simbol bangsa.

"Keduanya tidak dapat terpisahkan, namun, sayangnya seringkali masyarakat lupa bahwa Rupiah merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Penggunaan mata uang tunggal Rupiah menggambarkan persatuan dan kedaulatan Indonesia,"ucap Trisno Nugroho.

Menurutnya, terdapat fenomena di mana Rupiah masih dipandang sebagai sebuah instrumen transaksi saja dan belum diimbangi dengan rasa cinta, bangga serta pemahaman mengenai Rupiah secara seutuhnya.

Baca juga: Guna Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, BI Pertahankan Suku Bunga Kebijakan BI7DRR Pada Angka 3,50%

"Fenomena seperti penggunaan selain Rupiah sangat disayangkan karena tidak hanya mencederai kedaulatan Negara, tetapi juga memberikan dampak kerentanan terhadap fundamental
perekonomian Bangsa," tambahnya.

Dalam acara yang bertemakan ‘Sinergi Menjaga Rupiah Sebagai Simbol Kedaulatan & Pemersatu Bangsa’ tersebut, ia mengajak masyarakat untuk dapat mencintai, bangga dan memahami Rupiah.

"Mari mencintai Rupiah dengan mengenali, merawat dan menjaganya dengan sepenuh hati. Mencintai dengan mengenal filosofi dan makna di balik desain uang Rupiah," sebutnya.

Menurutnya, Bali memiliki tempat tersendiri pada Rupiah karena pahlawan, kesenian dan pemandangan alam Bali telah menghias Rupiah yang seharusnya diikuti dengan merawat dan memperlakukan uang dengan baik karena ada pahlawan dan budaya yang harus dihormati.

"Mari merawat dengan memperlakukan Rupiah secara baik dengan menghindari uang dari terlipat, tercoret, basah dan robek. Menjaganya dengan mengetahui cara mengenali keasliannya sehingga
bersama dapat menghentikan pengedaran Rupiah palsu," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved