Breaking News:

Berita Denpasar

Bobol Deposito Milik Nasabah Bank Swasta di Denpasar Sejumlah Rp 62 Miliar, 3 Tersangka Dilimpahkan

Ketiga tersangka dilimpahkan karena diduga membobol dana deposito milik nasabah bank swasta di Denpasar senilai Rp 62 miliar

Tribun Bali/Putu Candra
Kasi Intel Kejari Denpasar, Kadek Hari didampingi Kasipidum Kejari Denpasar, Bernard Purba saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pelimpahan tiga tersangka kasus pembobolan dana deposito milik nasabah di bank swasta di Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menerima pelimpahan tiga tersangka beserta barang bukti dari penyidik Mabes Polri, Rabu, 5 Mei 2021.

Ketiga tersangka dilimpahkan karena diduga membobol dana deposito milik nasabah bank swasta di Denpasar senilai Rp 62 miliar.

Satu dari tiga tersangka yang dilimpahkan itu adalah mantan kepala cabang bank swasta tersebut.

Kini ketiganya telah dilakukan penahanan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dititipkan di Rutan Polresta Denpasar.

Baca juga: Tilep Dana Nasabah Bank BUMN Sekitar Rp494 Juta, Putu Ririn Dihukum 2 Tahun Penjara

"Hari ini Kejari Denpasar menerima pelimpahan tiga tersangka inisial MRPP, PEP dan IGSPP. Ketiganya akan ditahan selama 20 hari kedepan. Sementara ketiganya akan dititipkan penahanannya di Rutan Polresta Denpasar," terang Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) sekaligus Humas Kejari Denpasar, Kadek Hari Supriyadi usai pelimpahan di Kejari Denpasar.

Dijelaskan Jaksa Kadek Hari, kejahatan yang dilakukan tersangka MRPP dkk dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2021.

Dimana tersangka MRPP saat itu belum menjabat sebagai kepala cabang hingga menjabat sebagai kepala cabang di bank swasta tersebut.

"Untuk tersangka MRPP pada saat tindak pidana dilakukan menjabat sebagai kepala cabang di salah satu bank swasta di Denpasar. PEP adalah staf marketing deposito, sedangkan tersangka IGSPP adalah teman tersangka PEP yang diajak melakukan tindak pidana. Dalam perkara ini kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 62 miliar," bebernya didampingi Kepala Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar Bernard E K Purba.

Kasus ini terungkap saat sejumlah nasabah tidak bisa mencairkan depositonya di bank swasta tersebut.

Dijelaskan Jaksa Kadek Hari, modus operandi yang dilakukan para tersangka yaitu menggunakan deposito nasabah yang disimpan di bank dengan cara memanipulasi data autentik berupa data nomor ponsel nasabah dalam sistem bank.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved