Breaking News:

Ramadan

Kominfo Siapkan Infrastruktur Agar Silaturahmi Lebaran Secara Virtual Berjalan Lancar

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyarankan masyarakat untuk bersilaturahmi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi.

Editor: DionDBPutra
DOKUMENTASI KEMENKOMINFO
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. Johnny Plate menyarankan masyarakat bersilaturahmi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mengajak masyarakat untuk tidak mudik pada lebaran Idul Fitri 2021.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyarankan masyarakat untuk bersilaturahmi jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi.

Kominfo, kata Johnny, akan menyiapkan infrastruktur komunikasi agar silaturahmi jarak jauh berlangsung lancar dan tidak terganggu.

"Kami akan menyiapkan bandwidth yang cukup agar masyarakat bisa berkomunikasi secara virtual," kata Johnny diskusi Forum Medan Merdeka Barat, Rabu 5 Mei 2021.

Baca juga: Jelang Lebaran 2021, Mal Ramayana Denpasar Beri Diskon hingga 80 Persen

Baca juga: Hanya Bus Berstiker Khusus yang Boleh Lalu Lalang di Bali Saat Masa Penyekatan Mudik Lebaran

Meskipun dilakukan secara virtual atau jarak jauh, Johnny yakin tidak akan mengurangi ibadah.

Selain silaturahmi lebaran, Johnny mengatakan belanja keperluan Idul Fitri juga bisa secara online sehingga tidak memicu kerumunan.

"Pemerintah menyiapkan sarana infrastruktur yang cukup agar keinginan kita untuk berbelanja dan memeriahkan hari Lebaran," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjelaskan soal kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah. Jokowi mengatakan bahwa larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Ramadan tahun ini adalah ramadan kedua di tengah pandemi Covid-19 dan kita masih harus mencegah penyebaran wabah Covid-19 untuk tidak meluas lagi. Untuk itu sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada lebaran kali ini," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan yang disampaikan melalui youtube Sekretariat Presiden, pertengahan April lalu.

Jokowi mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan. Salah satunya pengalaman tahun lalu di mana mudik dan libur panjang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved