Breaking News:

Berita Bali

Miliki Tembakau Gorilla hingga LSD di Bali, Arief Aditya Terancam 20 Tahun Penjara

Arief Aditya Putra (31) telah menjalani sidang dakwaan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Gambar oleh jorono dari Pixabay
Foto ilustrasi narkoba - Miliki Tembakau Gorilla hingga LSD di Bali, Arief Aditya Terancam 20 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Arief Aditya Putra (31) telah menjalani sidang dakwaan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.

Pria kelahiran Jakarta, 18 April 1989 ini diadili karena miliki narkotik golongan I jenis tembakau gorilla, ekstasi dan Lysergic Acid Diethylamide (LSD).

Sebagaimana dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, Arief Aditya terancam pidana penjara paling lama 20 tahun.

"Oleh jaksa penuntut, terdakwa dikenakan dakwaan alternatif. Atas dakwaan itu, terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau keberatan," terang Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum, Rabu 5 Mei 2021.

Baca juga: Ditangkap di Klungkung Setelah Terima Paket Narkotik, Kepek dan Aci Dituntut 15 Tahun Penjara

Dalam dakwaan pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau kedua, perbuatan terdakwa yang berlatar pendidikan Strata 1 (S1) ini dinilai melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Karena kami tidak mengajukan keberatan, sidang dilanjutkan minggu depan. Agendanya mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut," terang pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini.

Diungkap dalam dakwaan JPU Siti Sawiyah, bahwa terdakwa ditangkap di sebuah perumahan di Munggu, Mengwi, Badung, Selasa 19 Januari 2021, pukul 19.30 Wita.

Dari tangan terdakwa berhasil diamankan narkotik jenis tembakau gorilla seberat 74,70 gram netto, MDMA atau ekstasi dengan berat 2,16 gram netto, dan Lysergic Acid Diethylamide (LSD) seberat 0,43 gram netto.

Awalnya, tanggal 31 Desember 2020 terdakwa membeli 7 butir ekstasi dan LSD sebanyak 35 potong dari seseorang bernama Ifan (DPO) seharga Rp 7.100.000.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved