Breaking News:

Mutasi Covid-19 Varian Baru Ada di Denpasar, Kasatpol PP: Jangan Lagi Marah Kena Denda Masker

Meskipun masyarakat banyak yang tidak suka dengan sidak ini, pihaknya akan tetap menindak tegas pelanggar.

Satpol PP Denpasar
Sidak protokol kesehatan di pertigaan Jalan Waturenggong - Jalan Tukad Irawadi, Panjer Denpasar, Bali, Rabu 5 Mei 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait adanya temuan Covid-19 varian baru di Kota Denpasar, Satpol PP Kota Denpasar mengatakan akan semakin tegas menindak pelanggar protokol kesehatan.

Pihaknya akan turun ke wilayah yang rawan penularan Covid-19 seperti kerumunan maupun wilayah yang memiliki tingkat penularan kasus yang tinggi.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, meskipun masyarakat banyak yang tidak suka dengan sidak ini, pihaknya akan tetap menindak tegas pelanggar.

“Masyarakat suka atau tidak, mau mau tidak mau, kami akan konsen laksanakan sidak pendisiplinan prokes, apalagi dengan adanya temuan varian baru ini,” kata Sayoga saat dihubungi, Rabu 5 Mei 2021.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap tak ada lagi masyarakat yang marah dan menyalahkan petugas karena dikenakan denda akibat tak memakai masker.

“Sehingga, jangan lagi ada masyarakat yang marah karena kena denda dan menyalahkan petugas. Padahal gampang sekali solusinya, tinggal pakai masker dan ikuti prokes, tidak akan ada yang mengenai denda,” katanya.

Sementara itu, hari ini pihaknya mengadakan sidak protokol kesehatan di Kelurahan Panjer, Denpasar, Bali. 

Lokasi sidak difokuskan di pertigaan Jalan Waturenggong - Jalan Tukad Irawadi.

Dimana dalam sidak tersebut, terjaring 20 orang pelanggaran masker.

“7 orang kami kenai denda karena tidak memakai masker, sementara 13 orang kami berikan pembinaan karena memakai masker di dagu,” katanya.

Sayoga mengatakan penerapan denda ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 dan Peraturan Walikota Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Penerapan denda ini dilakukan untuk pencegahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar.

Denda yang masuk ini dimasukan ke khas daerah sebagai bentuk teguran sekaligus agar mereka yang melanggar selalu mematuhi dan ingat memakai masker.

Sayoga menambahkan, sampai saat ini masyarakat yang masih kedapatan melanggar ini memiliki berbagai alasan.

“Mulai dari lupa membawa masker, bosan pakai masker karena sesak, bahkan ada yang mengaku virus sudah tidak ada lagi,” kata Sayoga. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved